
BANJARMASIN (TABIRkota) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) untuk mencari 71 korban KM Virgo Transport 8 yang hingga saat ini belum ditemukan.
Menurut Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, operasi SAR resmi diperpanjang terhitung sejak Sabtu (26/9) atau memasuki hari keempat belas pencarian para korban.
“Operasi SAR diputuskan untuk diperpanjang hingga tujuh hari ke depan dengan pelaksanaan evaluasi setiap tiga hari sekali,” ujarnya di Posko Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ia mengatakan, untuk mendukung efektivitas dan keberlanjutan penyisiran di perairan lepas, Basarnas melakukan rotasi serta peremajaan armada kapal operasional di titik utama lokasi kejadian.
“Kapal tender, KN SAR Pacitan ditarik dulu ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan digantikan KN SAR Purworejo yang baru tiba dari Tanjungpinang,” katanya.
Pada operasi SAR yang dilaksanakan Sabtu (29/9), tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 11 korban, terdiri dari empat korban yang dievakuasi dari hasil penyelaman bawah air dan tujuh korban lainnya ditemukan di sepanjang garis pantai wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Seluruh jasad yang ditemukan di wilayah Kalteng, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin untuk mempercepat proses Disaster Victim Identification (DVI).
Dengan ditemukannya 11 korban pada hari ke-14 tersebut, total akumulasi penumpang KM Virgo Transport-8 yang telah dievakuasi mencapai 172 orang dari total perkiraan Person on Board (POB) sebanyak 243 orang.
Dari 172 korban yang berhasil dievakuasi, tercatat 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia, sementara 71 orang lainnya masih dalam pencarian.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Ahad (13/9) lalu sekitar pukul 02.00 dini hari saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). (ra)




