Cegah Stunting, PT PAMA Gandeng UPT Puskesmas Traheran Gelar Penyuluhan PMBA dan Demo Masak

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga dan menurunkan angka stunting”

Kegiatan PMBA dan demo masak berbasis pangan lokal bergizi yang dilaksanakan PT PAMA bersama UPT Puskesmas Trahean untuk mencegah stunting (foto: TABIRkota/dok)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site SMMS yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), bersama UPT Puskesmas Trahean menggelar kegiatan Penyuluhan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) serta demo masak berbasis pangan lokal bergizi.

Menurut Lembaga Pengembangan Bisnis PT PAMA, Juwanda, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan pencegahan stunting.

“Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua balita, dalam memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga usia emas anak,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Senin (29/6).

Kegiatan diikuti 30 peserta dari Desa Bintang Ninggi 1 dan Desa Bintang Ninggi 2, yang terdiri dari ibu hamil serta orang tua balita.

Sebelum penyuluhan dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai kesehatan ibu hamil dan praktik PMBA.

Penyuluhan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama berupa edukasi kesehatan yang mencakup dua materi utama.

Materi pertama membahas pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil sejak masa pranikah serta penatalaksanaan stunting bagi ibu hamil dan calon pengantin.

Materi kedua mengulas pentingnya ASI eksklusif, gizi seimbang, sanitasi, serta tahapan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan usia anak.

Sesi kedua diisi dengan demo masak yang dipandu oleh fasilitator dan tenaga gizi, dimana peserta memperoleh praktik langsung mengolah menu MPASI serta makanan balita menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh serta kaya protein hewani, seperti ikan, telur, dan hati ayam.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menyesuaikan tekstur dan kekentalan makanan agar aman serta sesuai dengan tahapan usia bayi dan anak.

Juwanda mengatakan, sebagai bagian dari evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dimana sebelum penyuluhan, rata-rata peserta hanya mampu menjawab benar sekitar 40 persen dari 12 pertanyaan yang diberikan, namun setelah mengikuti penyuluhan dan praktik demo masak, 95 persen peserta mampu menjawab soal dengan benar,” katanya.

Peningkatan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang menggabungkan penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung memasak efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi ibu dan anak.

Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendukung pemenuhan gizi keluarga dan menjadi langkah nyata dalam menurunkan angka stunting.

“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa pranikah, kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai fondasi untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai berbagai persoalan gizi, stunting, hingga cara mengatasi anak yang mengalami kesulitan makan.

Untuk mempermudah pemahaman peserta, fasilitator juga memanfaatkan media edukasi seperti poster "Isi Piringku" dan permainan edukatif yang mengajak peserta mengelompokkan bahan makanan berdasarkan sumber zat gizinya. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo Kai Ahim di HST Diresmikan

Sen Jun 29 , 2026
“Pengetahuan tentang minyak waras tersebut juga diperoleh bukan hanya secara turun-temurun, tetapi melalui perjalanan spritual dan pembelajaran alam yang tak mudah”

You May Like

TABIRklip