
BARABAI (TABIRkota) — Nilai demokrasi harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga, ujar Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsul Rizal.
Hal tersebut dikatakannya saat membuka sosialisasi pendidikan politik yang diikuti 80 perwakilan dari berbagai organisasi perempuan, di Aula Hotel Istiqamah, Arba (17/6).
“Sosialisasi tersebut dilakukan agar mendobrak streotip gender dan melahirkan arah kebijakan daerah hang lenih inklusif,” katanya.
Menurutnya, rendahnya tingkat pemahaman hak sipil dan terbatasnya akses informasi kerap menjadi kendala bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif di ruang publik.
“Keterlibatan mereka menentukan kualitas perumusan kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah maraknya penyebaran disinformasi era digital saat ini,” ujarnya.
Kesetaraan gender dinilai tidak cukup sekadar wacana atau pemenuhan kuota, melainkan harus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas secara berkesinambungan.
Ia menambahkan, peran ibu juga strategis dalam keterbukaan akses menuju ranah pengambilan keputusan menjadi suatu keharusan.
"Perempuan perlu memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan," tambahnya.
Sejalan dengan visi kepala daerah, otoritas penyelenggara pendidikan kewarganegaraan menitikberatkan pada kualitas representasi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HST, Rusdiyanto mengatakan, keterlibatan aktif perempuan dinilai sebagai pilar utama dalam membangun sistem pemerintahan yang adil.
"Perempuan perlu memiliki pemahaman politik yang memadai agar mampu berpartisipasi secara aktif dan mengambil peran dalam berbagai proses pembangunan," katanya.
Diharapkan ke depannya semakin banyak srikandi di Bumi Murakata yang berani tampil di forum-forum publik demi memastikan laju pembangunan berjalan adil dan representatif bagi masyarakat. (fer)




