
BARABAI (TABIRKota) – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsul Rizal memperkuat sembilan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi.
Hal tersebut dikatakannya saat membuka rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Auditorium Sekretariat Daerah, Kamis (23/4).
“Rapat tersebut untuk menguraikan langkah konkret menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” katanya.
Pengendalian inflasi, ujarnya, harus dilakukan sejak dini melalui sembilan langkah strategis, termasuk penguatan distribusi, penyusunan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan penajaman kalender TPID.
“Dampaknya pasti sampai ke daerah, harga kebutuhan pokok bisa naik dan langsung dirasakan masyarakat, sehingga tidak boleh lengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi global seperti geopolitik dan krisis energi memicu kenaikan harga di daerah, maka pemerintah diminta bergerak cepat menjaga ketersediaan pasokan.
“Pengendalian inflasi hanya bukan tugas teknis, tapi tanggung jawab agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda HST, Ahmad Zaid mengatakan, pengendalian inflasi terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor.
“Rapat tersebut merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya, termasuk evaluasi dampak kenaikan LPG nonsubsidi dan penyusunan langkah pengendalian inflasi,” katanya.
Dari sembilan langkah pengendalian inflasi, enam diantaranya telah dilaksanakan, sedangkan tiga lainnya masih perlu diperkuat, yakni penggunaan BTT, intervensi sektor angkutan dan kerja sama antar daera serta pelaku.
Inflasi di HST awal 2026 sempat di angka lima persen, namun kini berada kisaran empat persen, masih berada di atas batas ideal 3,5 persen, sehingga diperlukan intervensi komoditas mengalami kenaikan harga. (fer)




