
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin memimpin kegiatan kaji tiru ke Pemerintah Kota (Pemko) Malang, Jawa Timur (Jatim) sebagai langkah strategis untuk menambah wawasan dalam merealisasikan program unggulan daerah, GASPOL 11.12.
Kaji tiru bersama Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah (Sekda), Muhlis serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat tersebut, dilaksanakan Senin (2/11).
H Shalahuddin melalui siaran pers yang diterima TABIRkota.com di Muara Teweh, ibu kota Barito Utara, Senin (2/11) mengatakan, rombongan kaji tiru disambut Wali Kota Malang, H Wahyu Hidayat beserta jajaran pejabat Pemko setempat di Balai Kota Malang.
“Kaji tiru bertujuan untuk mempererat silaturahmi kelembagaan, mentransfer inovasi kebijakan, serta mempelajari praktik baik tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang diterapkan Pemko Malang,” katanya.
Menurutnya, kaji tiru tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkaya wawasan dalam merealisasikan program unggulan daerah, yakni Program Sebelas Dua Belas Gaspol atau 11 Program Unggulan dan 12 Kegiatan Prioritas.
"Melalui kunjungan ini, Pemkab Barito Utara ingin memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, kunker tersebut menegaskan komitmen kedua pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi inter-organisasi dalam tata kelola pemerintahan.
“Saling bertukar informasi dan pengalaman diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penyusunan kebijakan publik yang lebih efektif serta responsif di masing-masing daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan Kota Malang sebagai tujuan studi kaji tiru.
"Kaji tiru ini bukan hanya kesempatan bagi Pemkab Barito Utara untuk mempelajari berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan Pemko Malang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dari berbagai keunggulan dan pengalaman yang dimiliki Barito Utara," katanya.
Ia menambahkan, karakteristik Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, mengusung visi Malang Mbois Berkelas.
“Selain berfokus pada pembangunan fisik, Pemko Malang juga mengedepankan kualitas sumber daya manusia, kenyamanan, pelayanan publik, dan pelestarian kearifan lokal,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kaji tiru ditutup dengan sesi diskusi interaktif antarperangkat daerah serta penyerahan cenderamata sebagai wujud komitmen bersama untuk membangun kerja sama konkret di berbagai bidang pembangunan daerah. (adv)



