
Momen Peringatan Sumpah Pemuda, PDPM HST Suarakan Kepedulian Karhutla
BARABAI (TABIRkota) — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi momentum bagi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) setempat untuk menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Kalimantan, Arba (28/10).
Ketua PDPM HST, Ustadz Ahyadi mengatakan, pihaknya membentangkan spanduk bertuliskan “All Eyes on Karhutla: Hutan Dibanam, Suara Dibungkam!” serta seruan “Hentikan Karhutla Sekarang!”.
"Pesan tersebut bukan sekadar ajakan menjaga lingkungan, melainkan juga kritik sosial terhadap persoalan karhutla yang terus berulang," katanya.
Narasi “Hutan Dibanam, Suara Dibungkam!”, ujarnya, bentuk kekhawatiran publik mengenai dugaan pembakaran lahan, demi kepentingan ekonomi serta munculnya persepsi pembatasan informasi dan kritik di ruang digital.
"Perlindungan dan kepedulian lingkungan tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga membutuhkan penegakan hukum dan pengawasan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.
Momentum Sumpah Pemuda, tambahnya, bagi PDPM HST menjadi pengingat bahwa nasionalisme tidak berhenti pada seremoni.
"Kepedulian terhadap kelestarian hutan, keselamatan masyarakat dan keberanian menyuarakan persoalan publik merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa," tambahnya.
Ketika hutan terbakar yang dipertaruhkan bukan hanya kelestarian alam, tetapi juga hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan informasi yang terbuka. (fer)



