
PONTIANAK (TABIRkota) – Perusahaan teknologi multinasional, ASUS, meluncurkan produk ASUS ExpertBook Ultra sebagai “raja baru” laptop bisnis premium yang diposisikan untuk mengungguli laptop flagship kompetitornya, seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14 serta sang ikon efisiensi daya, Apple MacBook Air M4 13 inci pada peluncuran perdana di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (3/9).
Menurut Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, para eksekutif dan profesional kini butuh laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu.
“Secara head-to-head, ASUS ExpertBook Ultra lebih unggul dibandingkan empat laptop bisnis flagship kompetitor, khususnya di lima kategori kunci, yaitu kecerahan layar, touchpad, baterai lebih tahan lama, GPU atau grafis terintegrasi serta ASUS AI Expert yang tidak dimiliki kompetitor,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com.
Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).
Saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa NPU AI hingga 48 TOPS dan langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagship, merupakan langkah yang sulit diikuti kompetitor di Indonesia.
Eric Khoven mengatakan, jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah dan saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa.
“Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung, berjalan sepenuhnya di dalam NPU, sehingga prosesor ASUS ExpertBook Ultra tetap dingin dan tidak menguras daya baterai utama, serta jauh mengungguli produk-produk kompetitor dalam hal kekuatan pemrosesan AI lokal,” katanya.
ASUS juga menyediakan tools Zenni Claw yang pada ASUS ExpertBook Ultra, dapat melakukan agentic AI secara lokal ataupun cloud dengan menghubungkan tools dengan Anthropic, OpenAI ataupun Google Gemini. RAM LPDDR5x 64 GB yang tersedia membuat LLM seperti Gemma (4 billion parameters) dan juga Qwen 3 (18 billion parameters) dapat dijalankan tanpa internet.
Perbedaan yang paling mencolok dalam skenario penggunaan dunia nyata, terlihat jelas ketika perangkat tersebut dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi, berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits.
Teknologi Tandem OLED pada ASUS memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat sangat tajam dan terbaca dengan sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari, mengungguli kenyamanan visual yang ditawarkan perangkat-perangkat flagship kompetitor.
Keunggulan komprehensif tersebut, membuat ASUS ExpertBook Ultra sangat layak disebut sebagai The Flagship of the Industry dalam kategori Laptop Bisnis Terbaik masa kini, karena ASUS tidak sekadar merakit laptop berspesifikasi tinggi, melainkan menciptakan standar baru tentang bagaimana sebuah komputer bisnis premium seharusnya beroperasi.
Eric Khoven menambahkan, dari aspek ketahanan material, laptop berbobot 1,1 kg tersebut juga dibungkus sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, memberikan ketangguhan fisik luar biasa tanpa mengorbankan estetika, di mana ASUS ExpertBook dapat bertahan meskipun mendapatkan beban tekanan hingga 100 kg di atasnya.
“Tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas serta terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis dan berdasarkan pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan, bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan karena dimasukkan ke dalam tas yang padat,” tambahnya.
Melalui sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4, ASUS ExpertBook Ultra memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras yang menjamin aset digital dan data sensitif perusahaan tidak mudah diretas.
Secara fisik, laptop memang bisa dicuri, tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain.
Jika investasi perusahaan ditujukan untuk memiliki laptop bisnis terbaik yang paling siap menyongsong masa depan, ASUS ExpertBook Ultra adalah pemenang mutlak.
Kombinasi superior antara layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS, menjadikan ASUS ExpertBook Ultra sebagai perangkat flagship sejati yang akan mengawal produktivitas dan kredibilitas para pemimpin industri serta profesional modern, khususnya di era agentic, on-device AI. (rls)




