
BARABAI (TABIRkota) — Sultan Banjar, Khairul Saleh meresmikan pengobatan alternatif minyak waras borneo Kai Ahim, di Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (29/6).
Menurutnya, bagi kesultanan Banjar rumah adat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan lambang jati diri, tempat budaya dipelihara dan nilai kemanusiaan diwariskan.
“Rumah adat yang diresmikan tersebut merupakan nilai tambah, yakni sebagai pusat pelayanan pengobatan alternatif minyak waras borneo,” ujarnya.
Tidak semua orang, katanya, diberikan kesempatan untuk mengabdikan diri demi kepentingan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Kai Ahim adalah pengabdian yang patut dihargai dan diapresiasi,” katanya.
Rumah Banjar tersebut, tambahnya, dibangun bukan sekadar tempat pengobatan semata, tetapi sebagai wadah menumbuhkan harapan dan menguatkan semangat hidup.
“Perlu kita yakini setiap pengobatan hanyalah ikhtiar, bisa saja Kai Ahim adalah perantara kesembuhan tersebut,” tambahnya.
Kai Ahim membuka pengobatan alternatif tersebut untuk melestarikan budaya dan adat lokal, terutama minyak waras borneo.
Kai Ahim juga merupakan warga asli Birayang, sejak kecil ia mengenal tanaman obat hutan yang diwariskan turun-temurun dari kakek buyutnya, Kai Rais.
Namun, Kai Ahim hijrah kurang lebih 40 tahun di Kalimantan Timur untuk mengabdikan diri untuk membantu masyarakat melalui pegobatan alternatif. (fer)




