Uji Kesiapan Tanggap Darurat, Medco Energi Bangkanai – PLN Gelar Latiha Gabungan Penanggulangan Karhutla

“Melalui latihan tersebut, kedua perusahaan menguji koordinasi, komunikasi, kesiapan personel, keandalan peralatan, serta efektivitas prosedur tanggap darurat”

Tim tanggap darurat Medco Energi Bangkanai dan PLTMG melaksanakan Latihan Gabungan Penanggulangan Karhutla (foto: TABIRkota/dok)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Medco Energi Bangkanai Limited bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Latihan Gabungan (Joint Emergency Drill) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Menurut Operation Manager Medco Energi Bangkanai, Rizki Munggaran Sastra Permana, latihan gabungan untuk menguji kesiapan sistem tanggap darurat tersebut, telah dilaksanakan pada Sabtu (2/5) lalu.

”Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan keadaan darurat, menjaga keselamatan operasional, serta mendukung perlindungan lingkungan di area operasi,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Sabtu (9/5).

Latihan gabungan dilaksanakan di area perbatasan fasilitas operasional Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai sebagai simulasi yang dirancang untuk menguji kesiapan sistem tanggap darurat terhadap skenario kebakaran lahan yang berpotensi berdampak pada aset perusahaan dan jaringan kelistrikan di sekitar area operasi.

Kegiatan tersebut, katanya, melibatkan tim tanggap darurat dari kedua perusahaan, termasuk Emergency Response Team (ERT), HSE, Security, Firefighter, serta dukungan medis dan logistik.

”Melalui latihan tersebut, kedua perusahaan menguji koordinasi, komunikasi, kesiapan personel, keandalan peralatan, serta efektivitas prosedur tanggap darurat di lapangan,” katanya.

Dalam skenario simulasi, api digambarkan muncul dari area semak belukar dengan kondisi vegetasi kering dan angin sedang.

Tim gabungan kemudian melakukan respons terkoordinasi, mulai dari identifikasi awal, eskalasi penanganan, pengamanan area, hingga pemadaman menggunakan fire truck, water tank, dan alat pemadam api ringan (APAR).

Seluruh rangkaian latihan ditutup setelah kondisi dalam simulasi dinyatakan aman dan terkendali.

Rizki Munggaran Sastra Permana menambahkan, latihan gabungan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesiapsiagaan operasional.

“Hal tersebut merupakan langkah nyata untuk memastikan kesiapan seluruh tim dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Melalui kegiatan bersama tersebut, kedua perusahaan memperkuat koordinasi, komunikasi dan respons lapangan antara Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai agar dapat berjalan lebih efektif serta terintegrasi.

Latihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemadaman, tetapi juga pada keselamatan personel, perlindungan aset, serta pengelolaan risiko terhadap lingkungan sekitar area operasi sebagai prioritas utama perusahaan.

Hasil evaluasi dari latihan tersebut akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam sistem tanggap darurat serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan tersebut, Medco Energi Bangkanai dan PLTMG Bangkanai menegaskan komitmen untuk terus menerapkan standar Health, Safety, and Environment (HSE) yang tinggi, sekaligus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah operasional. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip