Wakili Bupati Buka Pelatihan Defensive Driving, Kadinkes Tapin Harap Perkuat Sistem Layanan Darurat

“Peran pengemudi ambulans, emergency dan Damkar, tidak hanya sekadar mengemudi, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia”

Pelatihan defensive driving untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas pengemudi ambulans, emergency dan Damkar di Tapin (foto: TABIRkota/ist)

RANTAU (TABIRkota) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Noor Ifansyah berharap, kegiatan pelatihan defensive driving dapat memperkuat sistem layanan darurat di daerah.

Harapan tersebut disampaikan Noor Ifansyah saat mewakili Bupati Tapin, H Yamani, membuka kegiatan Pelatihan Defensive Driving Ambulance, Emergency dan Armada Pemadam Kebakaran yang dilaksanakan di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Rantau, Senin (20/4).

Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut sangat penting, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pengemudi ambulans, emergency dan armada Damkar.

“Peran pengemudi ambulans, emergency dan armada Damkar, tidak hanya sekadar mengemudi, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelatihan mengemudi merupakan upaya memperkuat sistem layanan darurat yang andal di daerah, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan organisasi kemanusiaan, dalam upaya mengatasi keterbatasan sumber daya.

"Dalam situasi darurat, seorang pengemudi dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, namun harus tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.

Karena itu, tambahnya, pengetahuan dan keterampilan defensive driving sangat penting dimiliki, agar para pengemudi mampu mengantisipasi berbagai risiko di jalan serta memberikan pelayanan yang aman dan profesional.

“Pengemudi ambulans, emergency dan armada Damkar berada di garis depan penanganan krisis, sehingga dituntut mampu mengambil keputusan cepat namun tetap terukur di jalan,” tambahnya.

Pelatihan defensive driving dilaksanakan PMI Tapin, bekerja sama dengan perusahaan pertambangan batu bara, PT Bhumi Rantau Energi (BRE), sebagai contoh nyata kolaborasi serta sinergi antara dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan diikuti 22 peserta dari unsur relawan dan petugas lapangan yang mengikuti pelatihan dengan menitikberatkan pada kemampuan berkendara aman dalam situasi berisiko tinggi.

Materi pelatihan meliputi teknik safety driving, pengenalan risiko di jalan, pengambilan keputusan dalam kondisi kritis serta penguatan koordinasi tim dan komunikasi saat penanganan darurat. (ati/ra)

Pewarta: Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip