Komitmen Jalankan Pengelolaan Lingkungan, PT SMM di Barut Raih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025

“Peringkat Hijau PROPER merupakan hasil komitmen bersama seluruh insan PT SMM dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan tanggung jawab lingkungan”

Predikat Hijau PROPER dari KLHK RI sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan (foto: TABIRkota/ist)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Perusahaan pertambangan batu bara, PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil meraih Peringkat Hijau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Organisasi dan Pengelolaan Energi Ramah Lingkungan atau PROPER 2024-2025.

Menurut Presiden Direktur (Presdir) PT SMM, Arianto Sasono, penghargaan PROPER sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan tersebut, telah diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada 7 April lalu.

“Peringkat Hijau PROPER yang diperoleh, merupakan hasil komitmen bersama seluruh insan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan tanggung jawab lingkungan,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Jumat (17/4).

Pencapaian tersebut menempatkan PT SMM sebagai perusahaan yang dinilai telah menjalankan pengelolaan lingkungan hidup secara sangat baik, tidak hanya memenuhi kewajiban dasar sesuai regulasi, tetapi juga menerapkan berbagai inisiatif yang melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance.

Ia mengatakan, penghargaan tersebut sangat membanggakan, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim dalam menjalankan operasional pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

“Penghargaan dari KLHK RI tersebut menegaskan komitmen PT SMM dalam menjalankan operasional pertambangan yang melampaui kepatuhan lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, bagi PT SMM, capaian Peringkat Hijau menjadi bukti atas konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional pertambangan.

“Berbagai upaya telah dilakukan perusahaan, mulai dari pengelolaan air dan energi, pengendalian limbah padat dan cair, konservasi keanekaragaman hayati, hingga reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, SMM telah mengembangkan sejumlah program unggulan di bidang lingkungan.

Pada aspek pengelolaan limbah, perusahaan menerapkan berbagai metode pengolahan sampah organik seperti komposting, biopori, biodigester, eco-enzym, serta budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Perusahaan juga terus memperkuat pengelolaan sumber daya secara efisien melalui praktik manajemen air dan energi di wilayah operasional.

Komitmen keberlanjutan tersebut juga diwujudkan melalui upaya rehabilitasi lahan pascatambang dengan vegetasi lokal, serta pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasional.

PROPER sendiri sering juga disebut sebagai Public Disclosure Program for Environmental Compliance) yang dikelola KLHK RI, sebagai instrumen evaluasi tingkat nasional yang digunakan pemerintah untuk menilai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup kepatuhan terhadap peraturan, efektivitas sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi dan sumber daya, hingga hubungan perusahaan dengan masyarakat.

Dalam skema PROPER, pemerintah membagi kinerja perusahaan ke dalam lima peringkat, yaitu Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam.

Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban, melalui inovasi, efisiensi, dan sistem manajemen yang berjalan baik.

Dengan capaian PROPER 2024-2025 kali ini, SMM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Ke depan, perusahaan akan terus mendorong inovasi ramah lingkungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat pengelolaan lingkungan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pimpin Apel Siaga Karhutla, Kapolres Barsel Harap Semua Pihak Siap Bergerak Bersama

Sab Apr 18 , 2026
"Berdasarkan prakiraan, pada musim kemarau tahun ini potensi karhutla diperkirakan meningkat, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini"

You May Like

TABIRklip