
JAKARTA (TABIRkota) – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan, termasuk penerbangan rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Denpasar, Bali, dalam beberapa hari terakhir dan berdampak kepada penumpang yang harus memesan ulang penerbangan maupun pengubahan jadwal.
Menurut Head of Government Relations and Communications Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, langkah tersebut sebagai imbas dari kenaikan harga avtur yang terjadi secara internasional maupun nasional.
“Dalam beberapa waktu terakhir, kenaikan bahan bakar tersebut memberikan tekanan besar terhadap operasional, sehingga penyesuaian kami lakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan,” ujarnya dilansir Bisnis, Senin (6/4).
Ia mengatakan, pihaknya menyampaikan permintaan maaf dan memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang, terkait penyesuaian jadwal penerbangan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mohon maaf atas hal tersebut, karena penyesuaian ini merupakan langkah yang perlu dilakukan di tengah tekanan kenaikan harga avtur,” katanya.
Sejumlah penumpang AirAsia mengeluhkan rerouting maupun pembatalan yang terjadi pada awal April ini dan penumpang lainnya mulai khawatir penerbangan yang telah dipesan akan dibatalkan di kemudian hari.
Berdasarkan pantauan di media sosial X, pembatalan terjadi pada penerbangan dalam negeri maupun luar negeri, seperti akun @realashyaa yang membagikan informasi mengenai pembatalan penerbangan dari Banjarmasin ke Denpasar.
Penumpang lainnya pun mengeluhkan pembatalan dan kesulitan dalam mengajukan pengembalian dana maupun pengaturan ulang jadwal.
Sementara itu, Pertamina sebagai penyedia avtur penerbangan nasional merilis harga terbaru yang berlaku untuk 1 – 30 April 2026.
Untuk domestik, harga avtur terpantau naik rata-rata 70 persen, sedangkan untuk internasional naik 80 persen (berbeda tiap bandara) dibanding harga Maret 2026.
Sebagai contoh, di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), harga avtur domestik per 1 – 31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter, sedangkan pada periode 1 – 30 April 2026 harganya naik menjadi Rp23.551,08 per liter.
Artinya, terdapat lonjakan hingga Rp9.894,57 per liter atau sekitar 72,45 persen secara bulanan. (ra)




