Rebutan Antrean BBM di Fuel Storage PT MUTU, Sopir Truk Tangki di Barsel Duel Hingga Bersimbah Darah

“Pelaku membacok korban secara bertubi-tubi pada bagian kaki, tangan dan punggung, hingga korban meminta ampun”

Petugas melakukan pemeriksaan para saksi terkait penganiayaan di Fuel Storage Km 63 PT MUTU (foto: TABIRkota/akhmad madani)

BUNTOK (TABIRkota) – Supir truk tangki saling duel hingga bersimbah darah di Fuel Storage Km 63 PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) akibat rebutan antrean BBM.

Menurut Kapolres Barsel, AKBP Jecson R Hutapea, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (19/3) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB.

“Peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman antara sopir truk tangki yang sedang antre mengisi BBM,” ujarnya di Buntok ibu kota Barsel, Jumat (20/3).

Awalnya pelaku MF (29) warga Desa Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) berada di posisi antrean paling depan, sebelum memarkirkan truknya ke area kosong.

Saat itu, korban, EC (40) warga Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala bersama beberapa rekannya meminta pelaku turun dari kabin dengan cara menggedor pintu truk.

Ketika turun dari kabin, tangan pelaku sempat ditarik oleh salah seorang rekan korban, hingga terjadi cekcok di lokasi.

Korban kemudian menanyakan kepada pelaku terkait waktu kedatangannya di lokasi Fuel Storage tersebut.

Pelaku menjawab bahwa dirinya sudah datang sejak pagi, namun sempat kembali ke arah Ampah karena melakukan perbaikan rem truk.

Diduga karena kesalahpahaman, korban kemudian memukul pelaku sebanyak dua kali di bagian dada yang diduga diikuti oleh beberapa sopir lainnya.

Pelaku yang berusaha menghindari pertikaian kemudian berjalan ke arah kantor Fuel Storage untuk mengambil air minum berbuka puasa.

Saat berada di sekitar kantor tersebut, pelaku melihat sebilah parang lalu mengambilnya dan kembali mengejar korban.

Pelaku kemudian membacok korban secara bertubi-tubi pada bagian kaki, tangan dan punggung, hingga korban meminta ampun.

Setelah itu, pelaku menghentikan aksinya dan membuang parang yang digunakan untuk melakukan pembacokan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami sejumlah luka dan dilarikan ke RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur (Bartim) untuk mendapatkan perawatan.

AKBP Jecson R Hutapea mengatakan, petugas kemudian mengamankan pelaku ke Pos Security Murai 3 sebelum dibawa ke Polres Barsel guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas telah membuat laporan polisi dan mengamankan pelaku, mencatat keterangan para saksi serta mengumpulkan barang bukti,” katanya.

Barang bukti yang diamankan, tambahnya, berupa dua lembar baju dan dua lembar celana milik pelaku dan korban sementara parang masih dalam pencarian.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dan melengkapi alat bukti untuk proses hukum selanjutnya,” tambahnya.

Polres Barsel memastikan akan menindak tegas setiap tindak kriminal demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (mad/ra)

Pewarta: Akhmad Madani

Journalist - Barito Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip