Lansia Hilang di Perkebunan Tri Martani Tanbu, Tim SAR Gabungan Gelar Operasi Pencarian

“Korban atas nama Kopsah (73), seorang perempuan warga Sebamban III Blok D tersebut, diketahui memiliki kondisi medis pikun”

Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi sebelum memulai operasi pencarian korban (foto: TABIRkota/humas sar bjm)

BATULICIN (TABIRkota) – Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian seorang lansia yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (24/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, lansia atas nama Kopsah (73), seorang perempuan warga Sebamban III Blok D tersebut, diketahui memiliki kondisi medis pikun.

“Korban dilaporkan hilang sejak Ahad (21/3) pagi, pada saat anggota keluarga lainnya tengah melaksanakan ibadah salat id,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com, Selasa (24/3).

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari pihak keluarga dan relawan PT BIB, peristiwa bermula pada pukul 07.00 WITA saat korban sendirian di rumah.

Saat pihak keluarga kembali ke rumah, ujarnya, korban sudah tidak ada dan diduga, yang bersangkutan keluar rumah memasuki area perkebunan luas yang berada tepat di belakang kediamannya.

“Setelah upaya pencarian mandiri oleh warga sekitar selama beberapa hari tidak membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan Unit Siaga SAR Batulicin, yang diteruskan ke Kantor SAR Banjarmasin pada Selasa (24/3) siang,” ujarnya.

Pukul 13.45 WITA, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin berjumlah empat personel menuju lokasi kejadian.

Ia menambahkan, tim rescue berangkat menggunakan satu unit Rescue Carrier yang dilengkapi dengan peralatan Jungle Rescue, alat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.

“Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Unit Siaga SAR Batulicin, Polsek Sungai Loban, TNI, tim ERT (Emergency Response Team) dari PT BIB, PPA, CK, PT TIA, serta bantuan warga setempat,” tambahnya.

Tim di lapangan telah diintruksikan untuk melakukan penyisiran intensif di titik terakhir korban diduga terlihat dengan fokus utama area perkebunan, dengan metode open grid di darat.

Mengingat usia korban yang sudah lanjut dan kondisi cuaca yang terpantau berawan, faktor kecepatan dan koordinasi antar unsur SAR menjadi sangat krusial.

Tim rescue diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 15.00 WITA untuk langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan memulai penyisiran tahap awal.

Meskipun tidak ada hambatan berarti di lapangan, luasnya area perkebunan menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam upaya menemukan keberadaan korban yang hingga berita ini diturunkan, statusnya masih dalam pencarian (DP). (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip