
PARINGIN (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak terdampak banjir dan banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, H Rahmi, trauma healing yang menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis anak-anak pasca bencana tersebut, dilaksanakan di SD Negeri Sungsum pada Senin (19/1) kemaren.
“Kegiatan diikuti puluhan siswa SDN Sungsum dengan berbagai aktivitas edukatif dan reaktif di halaman sekolah, mulai dari menggambar, menulis, bernyanyi hingga permainan kelompok,” ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Selasa (20/1).
Ia mengatakan, pendampingan psikososial merupakan salah satu fokus utama dalam masa transisi darurat menuju pemulihan.
“Anak-anak adalah kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus dan melalui trauma healing tersebut, diharapkan mereka bisa pulih dan kembali belajar serta beraktivitas tanpa rasa takut,” katanya.
Ia menambahkan, trauma healing dilaksanakan secara maraton di sepuluh desa terdampak banjir, dengan rincian satu titik di Kecamatan Halong dan sembilan titik di Tebing Tinggi.
“Untuk memperkuat pendampingan, BPBD Balangan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD),” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas DP3A P2KB PMD Balangan, Bejo Priyogo mengatakan, pada kegiatan tersebut pihaknya melibatkan psikolog dari provinsi.
“Pendekatan yang digunakan dikemas secara menyenangkan agar anak-anak merasa aman dan nyaman,” katanya.
Kegiatan seperti menggambar, menulis, bernyanyi dan menari dipilih agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka dan pulih secara perlahan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Balangan juga menggandeng Bank Kalsel sebagai mitra pendukung dengan menyalurkan bantuan sebanyak 1.500 set alat tulis warna bagi anak-anak korban banjir di sepuluh desa terdampak, dengan total nilai Rp30 juta yang bersumber dari Dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Diharapkan, pemulihan psikologis anak-anak berjalan seiring dengan perbaikan fisik pasca bencana, sehingga warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal. (fer/ra)




