
BARABAI (TABIRkota) — Warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai diserang “lancat” atau kutu air akibat banjir yang merendam desa selama kurang lebih dua pekan.
Pambakal atau Kepala Desa Sungai Buluh, Suriani mengatakan, ada kurang lebih 9 Rukun Tetangga (RT) yang masih terendam banjir.
“Ketinggiannya bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter,” katanya kepada Tabirkota.com melalui pesan Whatsapp, Selasa (6/1).
Kondisi warga, ujarnya, saat ini masih tinggal di rumah masing-masing, tidak ada yang mengungsi.
“Warga sebagian ada yang mengeluhkan batuk dan penyakit kutu air, namun puskesmas terdekat ada penanganan,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga memerlukan bantuan kayu girder atau gelagar ukuran 5/5 dan papan untuk pembuatan katayan atau tempat istirahat.
“Keperluan kayu gelagar sekitar 20 batang, papan lantai 20 keping, paku papan dan paku gelagar masing-masing satu kilo, untuk masing-masing rumah,” tambahnya.
Diharapkan, keperluan tersebut dapat dibantu oleh pemerintah provinsi atau daerah agar masyarakat bisa istirahat dengan nyaman. (fer)




