Dorong Penguatan Sentra Padi, Bupati Kapuas Audensi dengan Dirjen LIP Kementan RI

“Melalui audensi, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, agar program strategis pertanian dapat direalisasikan secara berkelanjutan”

Bupati Kapuas HM Wiyatno pada audiensi dengan Dirjen LIP Kementan RI, Hermanto di Jakarta (foto: TABIRkota/mc kapuas)

KAPUAS (TABIRkota) – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Usis I Sangkai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Kementerian Pertanian RI, Hermanto, dalam upaya mendorong penguatan kabupaten setempat sebagai sentra produksi padi.

Menurut HM Wiyatno, audensi yang membahas pengembangan kawasan sentra padi guna mendukung swasembada pangan di Kapuas tersebut, telah dilaksanakan di Kantor Kementan RI, Jakarta pada Selasa (20/1) kemaren.

“Dalam audensi itu, kita telah sampaikan bahwa Kapuas merupakan lumbung padi Kalteng, dengan kontribusi rata-rata sekitar 40 persen terhadap produksi padi provinsi dalam enam tahun terakhir,” ujarnya di Kapuas, Arba (21/1).

Namun pada periode 2019–2024, terjadi penurunan produksi padi rata-rata sebesar 12 persen yang berdampak pada kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Kapuas memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan dukungan penguatan infrastruktur lahan serta irigasi, peningkatan mekanisasi pertanian dan pengembangan varietas padi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

HM Wiyatno mengatakan, sentra utama padi Kapuas berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur dan Kapuas Timur.

“Kawasan-kawasan tersebut merupakan satu hamparan strategis dari wilayah selatan hingga pesisir, yang menguasai sekitar 57,3 persen luas lahan baku sawah dan menyumbang lebih dari 67 persen total produksi padi daerah,” katanya.

Keterbatasan infrastruktur lahan dan air, kondisi jaringan irigasi tersier serta jalan usaha tani yang belum memadai, rendahnya rasio alat dan mesin pertanian, masih menjadi kendala utama peningkatan produktivitas petani.

Ia menambahkan, melalui audensi dengan Kementan RI, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, agar program strategis pertanian dapat direalisasikan secara bertahap serta berkelanjutan, demi menjaga Kapuas sebagai lumbung pangan Kalteng.

“Dalam audiensi tersebut, kita mengajukan sejumlah usulan, antara lain pengembangan varietas padi unggul berproduktivitas tinggi dan revitalisasi varietas lokal, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, peningkatan bantuan alat dan mesin pertanian, optimalisasi lahan cetak sawah rakyat, serta rehabilitasi balai benih tanaman pangan beserta sarana pendukungnya,” tambahnya.

Usulan yang disampaikan sejalan dengan kebijakan Kementan RI dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kapuas sejalan dengan visi pembangunan daerah, Pertanian Maju, Kapuas Bersinar. (uan/ra)

Pewarta: Fridol Suan

Journalist - Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pastikan Batas Antar Kecamatan, Pemkab Kapuas Survei Penegasan Batas Wilayah Basarang dan Kapuas Barat

Rab Jan 21 , 2026
"Survey dilaksanakan untuk mendukung tertib administrasi pemerintahan serta meminimalkan potensi permasalahan kewilayahan di kemudian hari”

You May Like

TABIRklip