
BUNTOK (TABIRkota) – Warga Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), diminta waspada akibat banjir yang merendam sembilan desa.
Menurut Camat Dusun Hilir, Eko Hermansyah, banjir kali ini cukup parah dan telah berdampak pada aktivitas masyarakat di sembilan desa.
“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan Sungai Barito meluap dan menggenangi permukiman serta lahan warga,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Sabtu (03/01).
Dampak banjir tersebut, katanya, dirasakan paling besar oleh warga yang berprofesi sebagai petani karena lahan pertanian tidak dapat digarap.
“Sebagian petani terpaksa menghentikan aktivitas bertani, sementara nelayan masih bisa beraktivitas menangkap ikan,” katanya.
Banjir tersebut juga diakibatkan tingginya curah hujan yang memicu meluapnya Sungai Barito hingga merendam permukiman dan lahan pertanian warga.
Untuk menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Dusun Hilir bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak banjir.
Eko Hermansyah menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap keselamatan anak-anak dan instalasi listrik di rumah.
“Kami mengimbau warga agar selalu waspada, mengawasi anak-anak, serta memastikan instalasi listrik tidak terendam air,” tambahnya.
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi dampak lanjutan sambil menunggu kondisi cuaca membaik dan debit Sungai Barito kembali normal. (fer)




