Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Imunisasi, Puskesmas Awayan di Balangan Luncurkan Inovasi Sweeti

“Melalui inovasi Sweeti, semakin banyak masyarakat yang memiliki keterbatasan pengetahuan, dapat terlayani dan mendapatkan edukasi kesehatan dengan lebih baik”

Ilustrasi imunisasi (foto: net)

PARINGIN (TABIRkota) – Puskesmas Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah meluncurkan inovasi Sweefing Imunisasi Capaian Tidak Tinggi atau Sweeti dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi pada anak.

Kepala Puskesmas Awayan, Winphy Prasetyo mengatakan, inovasi Sweeti sejalan dengan arahan Bupati Balangan, H Abdul Hadi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Inovasi Sweeti diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Kesehatan Nomor: 445/ 048/Dinkes-BLG /2024 tentang Penetapan Inovasi Sweeti di Kabupaten Balangan 2 Januari 2024,” katanya.

Puskesmas Awayan memiliki cakupan wilayah yang luas dengan jumlah penduduk yang tergolong besar, yaitu sekitar 14.685 jiwa yang tersebar di 23 desa.

BACA JUGA :  Viral Video Kelulusan Diiringi Musik Tripping, Kemenag HST akan Panggil Kepala MTsN 6 HST

Banyak dari masyarakat Awayan yang masih belum memahami pentingnya imunisasi sehingga perlu diberikan edukasi oleh tenaga kesehatan untuk mendorong kemauan para orang tua agar melakukan imunisasi bagi anak-anak mereka.

Menurut Winphy Prasetyo, sebelum adanya inovasi Sweeti, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi cukup rendah.

“Banyak orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk melakukan imunisasi sehingga capaiannya bisa dikatakan rendah,” ujarnya.

Sementara itu, pihak puskesmas juga terkendala tenaga kesehatan masih kurang yang tidak sebanding dengan jumlah desa yang dilayani.

Dengan jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, kunjungan ke rumah warga terpaksa dilakukan setelah jadwal pelayanan di puskesmas selesai.

BACA JUGA :  Turunkan Inflasi, Pemkab HST Buka Stand Pasar Murah di Pasar Ramadhan

Winphy Prasetyo menambahkan, mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan koordinasi dengan petugas yang melaksanakan program posyandu dan bidan desa, sehingga dalam sekali jalan, beberapa program dapat terlaksana.

“Pada pelaksanaannya, inovasi Sweeti mendapatkan informasi sasaran imunisasi melalui jaringan puskesmas yang telah terkoneksi melalui grup WhatsApp,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Imunisasi, sekaligus penggagas inovasi Sweeti, Shaleha mengatakan, inovasi tersebut dapat meningkatkan capaian imunisasi.

“Melalui inovasi Sweeti, semakin banyak masyarakat yang memiliki keterbatasan pengetahuan, dapat terlayani dan mendapatkan edukasi kesehatan dengan lebih baik,” katanya.

Dengan inovasi Sweeti, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi yang rendah untuk mendukung terciptanya generasi mendatang dan sumber daya manusia yang lebih baik. (ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Syukuran Kenaikan Pangkat, Bupati HST Bersama 191 ASN Tanam Bibit Durian

Sab Apr 27 , 2024
"Gerakan penanaman pohon sebagai bentuk rasa syukur, tidak hanya oleh ASN yang naik pangkat tetapi juga diwajibkan bagi pegawai baru, baik CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)"

You May Like

TABIRklip