
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin memastikan, 11 program unggulan dan prioritas pembangunan daerah, sedang dalam progres dan berjalan sesuai rencana.
Hal tersebut disampaikan H Shalahuddin pada kegiatan Paparan Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (6/10).
Menurutnya, 11 program unggulan yang menjadi janji politik saat ini terus berjalan dan manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat.
“Seluruh program dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat Barito Utara yang diarahkan untuk pemerataan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
11 program unggulan tersebut meliputi pendidikan gratis 16 tahun melalui program Si PINTAR (Senyum Impian Pelajar yang Inovatif, Tangguh, Akuntabel dan Responsif), bantuan beasiswa jenjang D3 hingga S3, layanan BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat, peningkatan keterampilan dan ketenagakerjaan, bantuan paket alat berat pertanian, bantuan sosial, bantuan duka dan persalinan, serta perhatian khusus bagi penyandang disabilitas.
Khusus di sektor pendidikan, Pemkab Barito Utara telah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah secara gratis kepada 28.067 pelajar yang terdiri dari 13.303 siswa SD/MI, 9.400 siswa SMP/MTs, dan 4.844 anak PAUD, berupa tas, sepatu, seragam dan perlengkapan belajar lainnya.
Pemkab Barito Utara juga menegaskan tidak ada lagi pungutan di sekolah dan untuk beasiswa mahasiswa, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar di APBD Perubahan 2026 yang telah tersalurkan Rp6 miliar, yang akan kembali ditingkatkan pada APBD Tahun Anggaran 2027.
Selain 11 program unggulan, Pemkab Barito Utara juga melaksanakan 12 kegiatan prioritas infrastruktur strategis, di antaranya pembangunan tiga jembatan besar, yaitu Jembatan Lemo Seberang, Jembatan Lahei, dan Jembatan Sikan-Montalat yang akan menjadi akses penghubung Muara Teweh – Palangka Raya dengan waktu tempuh hanya sekitar 4 jam.
Jembatan Sikan saat ini progresnya telah mencapai 46 persen dan didesain Kelas C dengan beban Kelas A atau mampu menahan beban hingga 50 ton, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat serta truk.
Kegiatan prioritas lainnya meliputi penataan simpang empat jalan negara, pelebaran jalan dalam kota, penataan kawasan waterfront city, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di sembilan kecamatan, serta penataan dan peningkatan layanan RSUD Muara Teweh.
Pada kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati (Wabup) Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Muhlis, yang dihadiri para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, para Camat se-Barito Utara, serta undangan terkait lainnya. (adv)




