
BARABAI (TABIRkota) – Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Gusti Rosyadi Elmi menegaskan pendidikan adalah hak seluruh warga negara.
Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Perundungan (Bullying) bagi Warga Belajar Satuan Pendidikan Kesetaraan, di Aula Yuda Lalana Dinas Pendidikan HST, Rabu (2/9).
“Kegiatan tersebut penting untuk membangun kesadaran bersama, bahwa lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi ruang yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dihargai dan diterima bagi warga belajar,” katanya.
Setiap peserta didik, ujarnya, berhak mendapatkan suasana belajar yang aman dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.
“Lingkungan belajar yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pendidikan, ketika warga belajar merasa aman dan nyaman, mereka akan lebih leluasa berinteraksi, mengembangkan potensi dan pembelajaran yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar menambahkan, bahwa pencegahan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah atau tenaga pendidik, diperlukan kepedulian dan kesadaran seluruh warga pendidikan.
“Kalau ada tindakan yang mengarah pada bullying, jangan didiamkan, saling mengingatkan dan peduli harus menjadi kebiasaan. Tambahnya.
Diharapkan sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Setiap warga belajar diharapkan mampu menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, kekerasan fisik hingga perundungan melalui media sosial.
Meski terkadang tidak meninggalkan bekas secara fisik, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh korban. (adv)




