
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Tren Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) secara konsisten terus mengalami tren penurunan sejak 2021 hingga 2025, ujar Wakil Bupati (Wabup) setempat, Felix Sonadie Y Tingan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator kuat keberhasilan kebijakan perluasan kesempatan kerja oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut.
“Per 2025, capaian TPT Barut tercatat sebesar 4,54 persen yang didukung pertumbuhan ekonomi daerah yang positif, serta meningkatnya partisipasi angkatan kerja,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Sabtu (4/4).
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Pemkab Barut berhasil menciptakan 22.164 lapangan kerja baru, yang menjadi bukti nyata keberhasilan program ketenagakerjaan yang dijalankan.
Ia mengatakan, keberhasilan capaian tersebut telah disampaikan saat mengikuti Zoom meeting bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) RI dengan agenda Penilaian Representasi Kepala Daerah dalam Rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah pada Arba (1/4) lalu.
“Pada Zoom meeting tersebut, kita memaparkan strategi percepatan penurunan pengangguran di hadapan tim penilai dari Kemendagri RI dengan materi berjudul Strategi Percepatan Penurunan Pengangguran di Kabupaten Barito Utara Tahun 2026,” katanya.
Ia menambahkan, melalui pemaparan yang disampaikan pada zoom meeting tersebut, Pemkab Barut menunjukkan komitmen serius dalam upaya penurunan angka pengangguran.
“Kita ingin memastikan bahwa program-program yang dijalankan Pemkab tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tapi benar-benar membuka peluang kerja dan mencetak SDM yang mandiri, produktif serta berdaya saing,” tambahnya.
Dengan terus mendorong program-program seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, diharapkan angka pengangguran di Barut dapat terus ditekan dan secara konsisten menurunkan tren TPT.
Pemkab Barut sendiri, melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UKM, secara konsisten melaksanakan berbagai program strategis, seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi, sosialisasi ketenagakerjaan, penyediaan informasi bursa kerja serta fasilitasi program pemagangan di berbagai perusahaan.
Pemkab Barut berkomitmen untuk terus memperkuat langkah strategis, di antaranya pendirian workshop alat berat, peningkatan pelatihan berbasis kompetensi, pengawasan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan, pengarusutamaan gender serta penyusunan perencanaan tenaga kerja daerah yang lebih terarah.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Barut optimistis mampu mempertahankan tren positif penurunan TPT sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan inklusif. (ded/ra)




