
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) tutup sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Kepala SPPG, Resti Ryani melalui perwakilan pihak SPPG, Ahmad Saputra mengatakan, dapur untuk program Makan Bergizi Gratis tersebut tutup karena terkendala masalah internal.
“Penghentian operasional SPPG telah dilaksanakan sejak 15 Maret lalu karena masalah internal, namun saat ini sudah selesai,” katanya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Kamis (9/4).
Dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Boga Bina Indonesia Satu tersebut, tutup sejak 15 Maret lalu, namun baru diumumkan secara resmi pada 23 Maret melalui surat resmi yang ditandatangani Kepala SPPG, Resti Ryani.
Dalam surat tersebut, tidak disebutkan secara rinci dan jelas, apa penyebab penghentian operasional SPPG itu.
Menurut Ahmad Saputra, sejumlah perbaikan dan pembenahan telah serta akan terus dilakukan, sebelum SPPG tersebut dapat kembali beroperasi.
“Beberapa aspek yang tengah dibenahi saat ini meliputi sumber daya manusia (SDM), manajemen serta infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika perbaikan dan pembenahan telah selesai serta semua persyaratan telah terpenuhi, pihak mitra atau yayasan dapat mengajukan permohonan agar SPPG kembali dioperasikan.
“Prosedurnya, menunggu arahan dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan jika surat pencabutan sudah keluar, baru bisa dioperasikan kembali,” tambahnya.
Dapur SPPG di Jalan Imam Bonjol itu sendiri diluncurkan pada pertengahan Oktober 2025 lalu, pada acara launching yang dihadiri Bupati Barut, H Shalahuddin. (ded/ra)




