Jalan Nasional Perbatasan Kalteng – Kaltim di Gunung Purei Barut Rusak Parah, Warga Keluhkan Akses Transportasi Terganggu

“Jalan rusak terjadi di beberapa titik, antara lain di Lampeong, Payang, Baok dan Tambaba sejak sekitar dua tahun yang lalu dan hingga kini belum ada perbaikan”

Kondisi ruas jalan di Tambaba, Gunung Purei yang rusak parah hingga menjadi genangan lumpur (foto: TABIRkota/ist)

MUARA TEWEH (TABIRkota) – Warga Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengeluhkan jalan nasional yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur (Kaltim), kondisinya rusak parah hingga mengganggu akses transportasi.

Menurut salah seorang warga, Taufik, kerusakan terjadi di beberapa titik antara ruas jalan dari Lampeong, Gunung Purei – Payang – Baok – Tambaba hingga perbatasan Kaltim dengan panjang sekitar 11 kilometer.

“Akses angkutan, baik barang maupun manusia, sangat terganggu akibat kondisi jalan yang rusak,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Sabtu (11/4).

Kondisi ruas jalan yang rusak parah, katanya, juga sangat menyulitkan anak-anak di Tambaba yang bersekolah di Lampeong.

“Jalan rusak terjadi di beberapa titik di Lampeong, Payang, Baok dan Tambaba sejak sekitar dua tahun yang lalu dan hingga kini belum ada perbaikan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang mantan Pambakal (Kepala Desa) di Gunung Purei, Sutnadi membenarkan kondisi ruas jalan nasional Lampeong – perbatasan Kalteng – Kaltim di Tambaba, rusak parah.

“Belum ada (perbaikan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalteng, red), rusaknya sudah dari 2024 lalu,” katanya.

Kondisi terparah terdapat di ruas jalan antara Baok – Tambaba dengan panjang sekitar empat kilometer.

Selain itu, kondisi rusak parah juga terdapat di ruas jalan antara Tambaba – perbatasan Kaltim sepanjang kurang lebih empat kilometer dan ruas jalan antara Lampeong – Payang.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barut, M Iman Topik mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan warga.

“Informasi ini akan jadi bahan kami untuk koordinasi dengan BPJN Kalteng,” katanya.

Ruas jalan nasional yang menghubungan Muara Teweh hingga perbatasan Kaltim memiliki panjang lebih dari 100 kilometer dan merupakan akses transportasi penting sebagai penghubung antar provinsi. (ded/ra)

Pewarta: Mardedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip