
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Visi pembangunan harus inklusif, di mana suara masyarakat yang bahkan di desa jauh sekalipun, memiliki bobot yang sama dalam kebijakan pembangunan daerah, ujar Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Shalahuddin.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barut ingin memastikan, bahwa tidak ada jarak yang tercipta antara pimpinan dengan masyarakat,” ujarnya saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Desa Tawan Jaya (SP1), Kecamatan Teweh Selatan, Kamis (5/3).
Ia mengatakan, konsistensi seorang pemimpin diuji saat harus menempuh perjalanan panjang dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Kunjungan di Taman Jaya yang merupakan lokasi ketujuh dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, membuktikan bahwa jarak dan padatnya jadwal bukan penghalang untuk bertemu langsung dengan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran rombongan Safari Ramadan di Masjid Al Muhajirin merupakan upaya untuk menghapus jarak antara pimpinan dengan rakyatnya.
“Kehadiran kami di Tawan Jaya adalah untuk mendengar, merangkul dan beribadah bersama masyarakat,” tambahnya.
Melalui momentum Safari Ramadan di Tawan Jaya, Pemkab Barut ingin menghapus sekat-sekat perbedaan dan memastikan bahwa pemerintah selalu ada untuk rakyatnya, tidak hanya di kantor, tapi juga di shaf-shaf shalat dan meja buka puasa yang sama.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Barut mengajak semua pihak untuk menjaga bingkai persaudaraan, sebagaimana Ramadan sebagai waktu terbaik untuk saling memaafkan dan menguatkan.
Semangat kebersamaan dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah kali ini, menjadi penyemangat dan motivasi bagi Pemkab Barut untuk terus membangun daerah dengan lebih baik lagi.
Turut mendampingi Bupati dalam Safari Ramadan di Tawan Jaya,, Wakil Bupati (Wabup) Barut, Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah (Sekda), Mukhlis serta unsur Forkopimda. (ded/ra)



