Buka Upacara Adat Pangrupukan, Wabup Kotabaru Tekankan Pentingnya Jaga Kerukunan

“Pangrupukan bukan sekadar ritual, tetapi mengandung makna penyucian diri dan lingkungan sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan”

Wabup Kotabaru, Syairi Mukhlis memukul gong sebagai tanda dimulainya Upacara Adat Pangrupukan (foto: TABIRkota/siti hadisah)

KOTABARU (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Syairi Mukhlis, menekankan tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, terutama pada momentum menjelang Hari Raya Nyepi yang bertepatan pada Arba (18/3) besok.

Hal tersebut disampaikan Syairi Mukhlis saat membuka Upacara Adat Pangrupukan dalam rangka Taur Agung Kesanga di Desa Pelajau Baru, Kecamatan Kelumpang Hilir, Selasa (17/3).

Menurutnya, perbedaan adalah kekuatan dalam membangun Kotabaru yang aman, damai dan harmonis.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan toleransi,” ujarnya.

Ia mengatakan, perayaan adat dan keagamaan seperti Pangrupukan bukan hanya menjadi tradisi umat Hindu, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya daerah yang harus dijaga bersama.

“Pangrupukan bukan sekadar ritual, tetapi juga mengandung makna penyucian diri dan lingkungan sebagai warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, apresiasi patut diberikan kepada masyarakat Pelajau Baru yang terus menjaga dan melestarikan adat tradisi secara turun temurun.

“Semangat warga Palajau Baru yang tetap menjaga adat dan budaya, patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam merawat keberagaman,” tambahnya.

Upacara Adat Pangrupukan yang menjadi bagian dari rangkaian menjelang Hari Raya Nyepi tersebut, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Acara dilanjutkan dengan pawai Ogoh-Ogoh yang menjadi simbol pembersihan diri dari unsur negatif, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Pangrupukan.

Melalui pelaksanaan upacara adat tersebut, diharapkan nilai-nilai budaya, spiritualitas dan kebersamaan dapat terus terjaga, serta menjadi fondasi dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. (cah/ra)

Pewarta: Siti Hadisah

Journalist - Kotabaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bawa 1 Kg Sabu di HST, Warga Tapin Berujung Berlebaran di Jeruji Besi

Sel Mar 17 , 2026
"Avanza yang dikemudikan pelaku dengan membawa satu kilogram sabu itu berujung mengantarkannya ke balik jeruji besi"

You May Like

TABIRklip