
MUARA TEWEH (TABIRkota) – Para pemudik mulai ramai di Bandar Udara (Bandara) Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) pada arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah sejak H+2 Lebaran 2026, Senin (23/3).
Menurut Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, arus balik pemudik mulai ramai pada rute penerbangan Muara Teweh menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Palangkaraya serta sebaliknya.
“Jumlah penumpang mulai meningkat dibanding hari-hari sebelumnya,” ujarnya di Muara Teweh, ibu kota Barut, Selasa (24/3).
Ia mengatakan, tercatat pada Senin (23/3) jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 55 orang dan kedatangan 59 orang.
“Penerbangan dari Bandara Haji Muhammad Sidik menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dilayani maskapai Susi Air, sedangkan yang tujuan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, menggunakan maskapai Wings Air,” katanya.
Penerbangan rute Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya – Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, merupakan penerbangan bersubsidi dengan harga tiket Rp540 ribu dan Rp493 untuk rute sebaliknya.
Penerbangan bersubsidi tersebut menggunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan frekuensi satu kali sepekan.
Sedangkan rute Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh – Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pulang pergi setiap hari menggunakan pesawat jenis ATR-72-600 dengan kapasitas 72 penumpang.
Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang transit dari Bandara Syamsudin Noor dan sebaliknya dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin.
Puncak arus balik di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh diperkirakan akan terjadi pada Arba (25/3) besok. (ded/ra)



