
BARABAI (TABIRkota) — Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir harus ditangani dengan maksimal, ujar Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsul Rizal.
Hal tersebut dikatakannya saat menerima penghargaan Kabupaten Menuju Bersih 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, di Jakarta, Arba (25/2).
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST terus mendorong pengelolaan sampah di daerah untuk ditingkatkan, khususnya menggencarkan program HST No Plastic and Zero Waste,” katanya.
Pengelolaan sampah, ujarnya, terus didorong agar lebih baik dari hulu ke hilir.
“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar sampah terkelola dengan makaimal dan senakin sedikit yang masuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujarnya.
HST berhasil mendapat nilai kinerja 61,84 dan menjadi salah satu dari 22 Kabupaten terpilih se-Indonesia yang menerima predikat tersebut.
Pemkab HST juga mendapatkan tiga motor sampah sebagai apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup untu menunjang pengelolaan sampah lebih baik.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam penanganan darurat sampah di Indonesia sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong akselerasi percepatan penyelesaian sampah secara masif dari hulu ke hilir,” tambahnya.
34 persen TPA di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping, sedangkan 66 persen lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, yaitu controlled landfill bahkan sanitary landfill.
Transformasi menuju controlled landfill dan sanitary landfill dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.
Selain mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, sistem tersebut memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana secara lebih aman dan terukur. (fer)




