
BARABAI (TABIRkota) — Jadikanlah perbedaan penetapan awal puasa sebagai rahmat, ujar Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad DN.
Menurutnya, Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada 18 Februari lalu, sedangkan Kementrian Agama (Kemenag) 19 Februari.
“Meski berbeda, mari kita jadikan perbedaan sebagai bentuk khazanah yang menguji keimanan dan kesabaran,” ujarnya, di Barabai, Ibu Kota HST, Jum’at (20/2).
Kepada warga, katanya, diimbau agar tetap menjaga persatuan, kesatuan dan bersuka cita dalam menjalani ibadah ramadhan.
“Perbedaan penetapan ramadhan hanya bentuk metode, pihak Muhammadiyah menentukan berdasarkan perhitungan kalender hijriyah tunggal,” katanya.
Untuk warga Muhammadiyah, tambah Muhammad DN, agar memperkokoh spritualitas dengan melaksanakan tarawih, perbanyak baca Al-Qur’an, berdzikir dan peduli sesama.
“Bagi pemuda dan ikatan pelajar Muhammadiyah, mereka juga dibekali kegiatan, seperti pengkaderan, pesantren ramadhan dan pelatihan kewirausahaan,” tambahnya.
Tak berbeda seperti tahun sebelumnya, PD Muhammadiyah HST juga menyediakan makanan untuk berbuka bagi warga dan jamaah.
Kegiatan Kulih Tujuh Menit (Kultum) dan Kuliah Subuh (Kulsub) juga tak luput dari agenda rutinan selama ramadhan. (fer)




