
BANJARBARU (TABIRkota) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan operasi pencarian terhadap nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar dan di Takisung, Tanah Laut (Tala) yang diduga tenggelam.
Menurut Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, kedua nelayan di dua daerah berbeda tersebut, sama-sama dilaporkan hilang dan diduga tenggelam pada hari yang sama, Ahad (1/2) kemarin.
“Nelayan di Aluh-Aluh atas nama Ardiansyah (61) dilaporkan hilang saat mencari ikan di sungai Desa Simpang Wara sedangkan nelayan di Tala atas nama Bahran (50), diduga terjatuh dari perahu saat mencari ikan di perairan Takisung,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com di Banjarbaru, ibu kota Kalsel, Senin (2/2).
Ardiansyah dilaporkan hilang oleh Pambakal (Kepala Desa, red) setempat, Abdul Hakim pada pukul 16.40 Wita, yang menyebutkan korban berangkat bekerja mencari ikan pada pukul 03.00 Wita, namun hingga pukul 09.00 Wita, tak kunjung pulang ke rumah.
Pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri di lokasi korban mencari ikan, hanya menemukan peralatan penangkap ikan, sedang yang bersangkutan tidak terlihat.
Pukul 16.55 Wita, Basarnas Banjarmasin memberangkatkan satu tim Rescue beranggotakan 6 personel menggunakan unit Rescue Car dan membawa perlengkapan lengkap, termasuk Rubber Boat, peralatan penyelamatan air serta dua set alat selam.
Tim Rescue tiba di lokasi sekitar pukul 18.05 Wita dan langsung bergabung dengan unsur SAR yang sudah berada di lapangan, seperti Ditpolairud Polda Kalsel, Polsek Aluh-Aluh, Damkar Banjar dan warga setempat, untuk melakukan pemetaan area pencarian.
Fokus utama tim melakukan koordinasi dengan unsur terkait di lapangan dan memulai penyisiran awal di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
I Putu Sudayana mengatakan, untuk nelayan atas nama Bahran yang dilaporkan hilang di perairan Takisung, Basarnas Banjarmasin mengerahkan tim rescue melalui Unit Siaga SAR Batulicin.
“Korban dilaporkan hilang oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala pada pukul 17.52 Wita,” katanya.
Disebutkan, korban yang berangkat melaut pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 13.00 Wita, hingga Ahad (1/2) siang, tak kunjung pulang.
Warga setempat yang melakukan pencarian mandiri hanya menemukan perahu korban dalam keadaan kosong, sementara yang bersangkutan tidak terlihat.
I Putu Sudayana menambahkan, Basarnas Banjarmasin segera memberangkatkan satu tim Rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin beranggotakan 4 personel pada pukul 18.10 Wita.
“Tim bergerak menggunakan unit Rescue Car menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 230 kilometer dengan peralatan lengkap, termasuk Rubber Boat, peralatan penyelamatan air atau water rescue, alat komunikasi serta satu set alat selam,” tambahnya.
Setibanya di lokasi, tim langsung bergabung dengan unsur SAR yang sudah siaga di lapangan, seperti BPBD Tala, Polsek Takisung, PMI Tala, Pos TNI AL Batakan serta warga setempat untuk melakukan pemetaan area pencarian.
Fokus utama tim melakukan koordinasi dengan unsur terkait di lapangan dan memulai penyisiran di sekitar lokasi penemuan perahu korban. (rls/ra)




