Insiden Fatality Diduga Kembali Terjadi di PT SDE, Pihak Perusahaan Sebut Informasi Hoax

“2025 lalu telah terjadi insiden fatality di PT SDE, dimana seorang TKA asal Tiongkok meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di area tambang bawah tanah”

(ilustrasi: net)


KOTABARU (TABIRkota) – Insiden Fatality diduga kembali terjadi di areal perusahaan pertambangan batu bara modern, PT Sumber Daya Energi (SDE) di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Informasi yang beredar menyebutkan, insiden fatality tersebut terjadi pada 1 Februari lalu di Terowongan Site 2 PT SDE.

Staf KTT PT SDE, Amirdi, saat dikonfirmasi TABIRkota.com, Kamis (5/2) terkait dugaan tersebut, membantah dan menyebutkan bahwa informasi yang beredar adalah tidak benar atau hoax..

“Hoax itu (informasi insiden fatality, red). Kalau terjadi insiden fatality, tentu kami akan langsung melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan lainnya, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp.

Insiden fatality adalah kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pada satu atau lebih pekerja, baik secara langsung di tempat kerja maupun saat dalam perjalanan atau melaksanakan tugas.

Kecelakaan tersebut merupakan tingkat keparahan tertinggi dalam insiden Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan bersifat irreversible atau tidak dapat diperbaiki.

Sebelumnya, pada 2025 lalu telah terjadi insiden fatality di PT SDE, dimana seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di area tambang bawah tanah.

Terpisah, mantan Kepala Disnaker Kotabaru, Sugian Noor mengatakan, ada atau tidaknya insiden fatality di PT SDE, diharapkan pihak manajemen perusahaan membenahi sistem K3 mereka.

“Yang terpenting adalah, manajemen K3 di PT SDE harus dibenahi dan dilakukan evaluasi,” ujarnya selaku pemerhati masalah sosial dan pembangunan tersebut.

PT SDE sendiri merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang berfokus pada metode tambang bawah tanah atau underground mining dan merupakan bagian dari China Qinfa Group.

Perusahaan tersebut resmi berproduksi pada akhir 2023 dengan target produksi hingga 20 juta ton per tahun dan merupakan pelopor tambang batu bara bawah tanah modern di Indonesia. (cah/ra)

Pewarta: Siti Hadisah

Journalist - Kotabaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komitmen Prioritaskan Pembangunan Pendidikan, Bupati Kotabaru Peroleh Antasari Award 2026

Kam Feb 5 , 2026
“Bupati Kotabaru meraih Antasari Award 2026 untuk kategori Kepala Daerah Inspiratif dalam Pembangunan Dunia Pendidikan dan Daerah Berkelanjutan”

You May Like

TABIRklip