
BARABAI (TABIRkota) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menekankan persiapan untuk berhaji harus dimatangkan.
Hal tersebut dikatakan Bupati HST, Samsul Rizal melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ainur Rafiq saat membuka Bimbingan Manasik Haji, di Mesjid Az Zikra Mandingin, Arba (11/2).
“Bimbingan manasik merupakan langkah awal menyiapkan jamaah agar menjalankan ibadah haji sesuai syariat dan ketentuan baru pemerintah,” katanya.
Jamaah haji tahun ini, ujarnya, memang pantas disebut sebagai orang yang beruntung atas kesabarannya menunggu.
“Berhaji adalah karunia besar yang harus dipersiapkan dengan matang, agar meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Pelaksanaan manasik 2026 mengacu pada sejumlah regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah.
Kepala Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama HST, Khairussalim menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan mengikuti pedoman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2025 serta keputusan Dirjen Bina Haji dan Umrah.
“Selain berpedoman pada aturan nasional, pelaksanaan juga disesuaikan dengan kondisi lokal agar berjalan lancar dan efektif,” tambahnya.
Jamaah yang mengikuti bimbingan total ada 332, terdiri dari 142 laki-laki dan 190 perempuan dengan frekuensi pertemuan yang beragam.
Biasanya pertemuan bimbingan manasik 10 kali menjadi lima kali, yakni tingkat kabupaten satu kali, kecamatan empat kali. (fer)




