Tingkatkan Literasi Teknologi Kecerdasan Buatan, MAFINDO Kalsel Gelar AI Ready Asean untuk Guru

“AI Ready ASEAN menjadi langkah konkret dalam membentuk pendidik yang melek digital, berpikir kritis serta beretika dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan”

Bupati Kapuas, HM Wiyatno bersama Sekda, Usis I Sangkai serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah audiensi dengan Sesdirjen Perikanan Tangkap KKP RI (foto: TABIRkota/mc kapuas)

BANJARMASIN (TABIRkota) – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar kegiatan Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN bagi para guru di Banjarmasin untuk meningkatkan literasi, pemahaman serta etika dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut Koordinator Wilayah (Korwil) MAFINDO Kalsel, Sri Astuty, kegiatan yang diikuti 25 guru dari berbagai jenjang tersebut, dilaksanakan di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin pada Kamis (22/1) kemaren.

“Peserta mengikuti tiga sesi utama dengan tiga trainer, yaitu AI Fundamentals atau Dasar-dasar AI, AI Usage and Implementation atau Penggunaan dan Implementasi AI serta AI Ethics, Privacy and Security atau Etika, Privasi dan Keamanan dalam AI,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Kegiatan ditutup dengan pengisian Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai bentuk kelanjutan pembelajaran dan syarat memperoleh sertifikat pelatihan AI Ready ASEAN.

AI Ready ASEAN merupakan inisiatif kolaboratif antara ASEAN Foundation dan Google.org yang hadir di 10 negara ASEAN, bertujuan membekali lebih dari 5,5 juta warga ASEAN dengan keterampilan dasar di bidang AI dan literasi digital.

Di Indonesia, program pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP) seperti MAFINDO, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee dan Bebras.

Sri Astuty mengatakan, pemahaman terkait AI bagi guru di era digital ini, sangat penting karena sebagai pendidik, harus mampu memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri.

“AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, melainkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan inovasi,” katanya.

Person in Charge (PIC) Kegiatan, Ahmad Jamaluddin Islami menambahkan, kegiatan AI Ready ASEAN diharapkan dapat memberikan manfaat serta dampak yang positif bagi para guru, khususnya dalam mendukung dan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.

“Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk pendidik yang melek digital, berpikir kritis, serta beretika dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan,” tambahnya.

Kegiatan berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan trainer, di mana para guru berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang penerapan AI di dunia pendidikan.

Salah seorang peserta, Susanti mengatakan, dirinya mendapatkan banyak pelajaran berharga dari para trainer yang memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menggunakan AI secara kritis.

“Kita tidak bisa menggunakan AI secara sembarangan, karena hasilnya tergantung pada bagaimana kita memberikan perintah dan memanfaatkannya, sehingga untuk itu, kita tetap harus berpikir kritis,” katanya.

Peserta lainnya, Fadli menambahkan, kegiatan tersebut memberikan wawasan yang jelas dan mendalam mengenai perkembangan dan dampak AI terhadap kehidupan.

“Saya jadi lebih paham bagaimana AI bekerja dan bagaimana teknologi ini dapat membantu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

AI Ready ASEAN tidak hanya memberikan pemahaman mendasar mengenai kecerdasan buatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak, etis dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, para guru didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna, melainkan juga pelaku aktif yang mampu memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan kreativitas di ruang kelas.

MAFINDO Kalsel berharap program pelatihan AI Ready ASEAN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bandara Internasional Syamsudin Noor Terapkan Penjemputan Sesuai Kebutuhan Pengguna Jasa

Jum Jan 23 , 2026
“Berbagai layanan yang disediakan di Bandara Syamsudin Noor dapat digunakan sesuai dengan pilihan dan kebutuhan dari masing-masing pengguna jasa"

You May Like

TABIRklip