
BANJARBARU (TABIRkota) – Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melakukan penataan ulang alur kedatangan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, ibu kota Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam upaya mengatasi potensi penumpukan kendaraan.
Menurut General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, awal 2026 menjadi momentum bagi bandara-bandara InJourney Airports, termasuk di Bandara Internasional Syamsudin Noor, untuk merefleksikan pelayanan dan fasilitas kendarudaraan bagi pengguna jasa.
“Berkaca dari layanan yang telah diberikan di tahun sebelumnya, serangkaian langkah korektif dan inovatif diterapkan sebagai strategi peningkatan layanan di 2026, salah satunya penataan ulang alur penjemputan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TABIRkota.com di Banjarbaru, Arba (14/1).
Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan terbuka atas masukan serta ulasan dari pengalaman penumpang ketika tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, sebagai dasar dalam merumuskan strategi guna meningkatkan customer journey di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Sejalan dengan peningkatan aktivitas pesawat dan jumlah penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, terdapat potensi penumpukan kendaraan di beberapa titik akibat penjemputan (pick up) yang tidak pada tempatnya,” katnaya.
Untuk itu, Bandara Internasional Syamsudin Noor menerapkan alur baru untuk penjemputan kendaraan roda empat pada pick up zone yang berlokasi di antara pintu Kedatangan Domestik dan Kedatangan Internasional.
Bagi para pengguna jasa yang ingin melakukan penjemputan menggunakan kendaraan roda empat, lebih dekat dari area Exhibition Hall dapat menggunakan opsi premium parking atau premium pick up zone yang berlokasi tepat di seberang pintu Exhibition Hall.
Sementara untuk kendaraan roda dua, dapat ke arah kanan menuju Terminal Keberangkatan.
Stephanus Millyas Wardana menambahkan, bagi penumpang yang memerlukan opsi land transportation dapat menuju area Selasar Kedatangan dengan opsi beragam taxi konvensional, taxi online, maupun bus.
“Namun, bagi penumpang yang ingin berjalan dengan santai dan sejuk dapat juga memilih opsi jalur Lobby Kedatangan dengan Area Komersial disana,” tambahnya.
Penataan tersebut diterapkan mulai Januari 2026 sebagai upaya untuk mengatasi potensi penumpukan kendaraan di area kedatangan.
Atas penataan tersebut, seluruh pengguna jasa diharapkan untuk dapat mematuhi rambu, mengikuti arahan dari petugas dan menjaga ketertiban bersama agar pengalaman terbang dari Bandara Internasional Syamsudin Noor dapat berjalan dengan aman serta lancar. (rls/ra)




