Perhatikan Kesehatan Mental Korban Banjir, Pemkab Balangan Gelar Psikososial Trauma Healing

“Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis masyarakat juga menjadi atensi khusus agar mereka bisa pulih dan kembali beraktivitas”

Kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban terdampak banjir bandang (foto: TABIRkota/bpbd blg)


PARINGIN (TABIRkota) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar kegiatan psikososial trauma healing sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental korban banjir bandang.

Bupati Balangan, Abdul Hadi melalui Kepala BPBD setempat, Rahmi mengatakan, pemerintah daerah tidak sekadar fokus pada pemulihan fisik, namun juga mental masyarakat pascabencana.

“Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi pascabencana yang difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis warga Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi,” katanya, di Paringin, Ibu Kota Balangan, Jum’at (9/1).

Pendampingan psikososial, ujarnya, merupakan langkah agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas secara normal.

“Bencana banjir dan banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, namun menyisakan trauma yang berdampak pada kondisi mental warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujarnya.

Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis masyarakat juga menjadi atensi khusus agar mereka bisa pulih dan kembali beraktivitas.

Gunung Batu dipilih, karena merupakan salah satu wilayah terdampak yang membutuhkan pendampingan lanjutan.

Rahmi menambahkan, warga juga diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, mendapatkan dukungan emosional dan pendampingan yang membantu mengurangi trauma pascabencana.

“Trauma healing tersebut berkolaborasi antara Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan, Gekrafs setempat, KNPI setempat, INAGA dan CV Hayau Barait Bersama,” tambahnya.


Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang optimal, baik secara fisik maupun mental.

Diharapkan warga terdampak banjir dan banjir bandang dapat memperoleh dukungan psikologis yang berkelanjutan, sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan. (fer)

Pewarta: M Ferian Sadikin

Journalist | Editor | - Hulu Sungai Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Fahmi Wahid, Penyair Tandik Meratus Kelahiran HST Tutup Usia

Sab Jan 10 , 2026
"Fahmi Wahid sang Penyair Tandik Meratus dikenal sebagai sastrawan Indonesia dari HST yang memiliki ribuan karya tulisan"

You May Like

TABIRklip