
KOTABARU (TABIRkota) – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kombes Pol Fahri Siregar, mengapresiasi kinerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Kotabaru yang dinilai aktif dalam upaya peningkatan keselamatan jalan.
Apresiasi tersebut disampaikan Kombes Pol Fahri Siregar saat melakukan kegiatan pengecekan kondisi jalur lalu lintas kabupaten di kawasan Gedambaan, Kotabaru, Kamis (22/1) kemaren, yang dilaksanakan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik lebaran dalam Operasi Ketupat 2026 mendatang.
“Kolaborasi lintas sektor antara Satlantas Polres Kotabaru, Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR hingga saat ini, berjalan cukup solid,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan kurang lebih 600 titik PJU di jalur-jalur strategis dan penanganan di tikungan tajam juga dilengkapi dengan rambu lalu lintas, chevron serta guardrail.
Langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, katanya, mulai menunjukkan dampak positif, dimana pada periode 2023 hingga 2024, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kalsel tercatat mencapai 389 korban jiwa dalam satu tahun.
“Memasuki 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan sekitar 8 persen, sementara angka korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan hingga 32 persen yang setara dengan penyelamatan sekitar 123 jiwa,” katanya.
Di Kotabaru, Road Safety Index juga mengalami peningkatan dari di bawah 2 menjadi 2,4 dan menjadi indikator bahwa upaya pencegahan yang dilakukan sudah berjalan efektif.
Pengecekan lapangan kondisi jalur lalu lintas sendiri, dilaksanakan dengan rute pemantauan dimulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu hingga Kotabaru, sebagai langkah preventif untuk memastikan jalur mudik dapat dilalui masyarakat secara aman.
Kombes Pol Fahri Siregar menambahkan, dari hasil peninjauan, masih ditemukan sejumlah titik yang memerlukan perhatian khusus.
“Dari hasil pemantauan langsung, terdapat beberapa ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Potensi kerawanan tersebut antara lain disebabkan kondisi permukaan jalan yang berpasir, kerusakan pada beberapa ruas serta karakteristik jalan berupa tikungan tajam yang menuntut kehati-hatian pengendara. (cah/ra)




