
BANJARBARU (TABIRkota) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi pada periode Februari mendatang.
Imbauan tersebut menyusul ringkasan prediksi curah hujan di wilayah Kalsel per Februari mendatang yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Arba (21/1) lalu.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra di Banjarbaru, ibu kota Kalsel, Sabtu (24/1) mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG, Februari mendatang sebagian besar wilayah Kalsel diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan genangan di wilayah rawan,” katanya.
Ringkasan prediksi curah hujan yang disampaikan, ujarnya, merupakan bentuk peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.
“Status peringatan dini curah hujan dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu Waspada dengan intensitas 150–200 mm per dasarian, Siaga 200–300 mm per dasarian, serta Awas di atas 300 mm per dasarian,” ujarnya.
Sejumlah kabupaten/kota di Kalsel masuk dalam kategori Waspada dan Siaga, sementara tidak terdapat wilayah dengan status Awas.
Ia menambahkan, BPBD Kalsel telah mengoordinasikan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan BPBD kabupaten/kota, termasuk pemantauan wilayah rawan, pengecekan sarana prasarana kebencanaan serta kesiapan personel dan logistik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan BPBD, meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah bantaran sungai dan lereng perbukitan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
Dengan adanya informasi prediksi curah hujan tersebut, diharapkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan lebih dini, guna meminimalkan risiko serta dampak bencana selama Februari mendatang. (ra)




