Beyond Imagination: Dari Aktivisme Kampus hingga Panggung Akademik Global

“Jejak akademik Dr Muhammad Uhaib As’ad menunjukkan bahwa akademisi lokal juga mampu berdiri sejajar dalam percakapan global”

Dr Muhammad Uhaib As’ad M.Si (duduk di tengah) pada salah satu kegiatan seminar tingkat internasional (foto: TABIRkota/dok)

JAUH sebelum namanya dikenal dalam jejaring akademik internasional, Dr Muhammad Uhaib As’ad M.Si telah membangun nalar kritisnya sejak muda. Saat bermukim di Yogyakarta —kota yang dikenal sebagai kota pelajar— Uhaib aktif sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta.

Di ruang-ruang diskusi, forum kaderisasi dan berbagai pelatihan tingkat nasional hingga internasional, tradisi berpikir kritis dan keberanian intelektualnya mulai terbentuk.

Pada fase itu, orientasi intelektual Uhaib diperkaya oleh pemikiran para cendekiawan Muslim progresif. Ia mengagumi gagasan Ali Shariati, Fazlur Rahman serta Hassan Hanafi, para pemikir Islam modern asal Mesir yang masyhur dengan gagasan Islam Kiri.

Ketertarikan tersebut tidak berhenti pada wacana. Uhaib tercatat memiliki 11 buku karya Hassan Hanafi dalam bahasa Arab dan Inggris, yang menjadi rujukan penting dalam membangun perspektif kritis terhadap relasi agama, kekuasaan dan kebijakan publik.

Fondasi intelektual itu diperkuat melalui jalur akademik formal yang konsisten. Ia menyelesaikan program Sarjana (S1) di Fakultas Syariah Universitas Islam Indonesia (UII), melanjutkan Magister (S2) Sosiologi dengan konsentrasi Sosiologi Konflik Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menuntaskan Doktor (S3) Ilmu Administrasi Publik dengan konsentrasi Ekonomi Politik Kebijakan Publik di Universitas Brawijaya (Unibraw).

Selain itu, Uhaib juga merupakan alumni Pondok Pesantren DDI Darul Dakwah wal Irsyad (DDI) Sulawesi Selatan, yang membentuk fondasi etika, disiplin moral dan kepekaan sosial.

Berangkat dari fondasi tersebut, Uhaib menapaki perjalanan akademik dari lokal menuju global. Berbasis di Kalimantan Selatan, ia secara konsisten mengangkat isu-isu daerah—demokrasi lokal, pilkada, ekonomi politik, politik sumber daya alam, hingga relasi kuasa dan uang, ke dalam forum nasional dan internasional. Tema-tema yang kerap dianggap periferal justru ia hadirkan sebagai bagian penting dari diskursus akademik dunia.

Produktivitas ilmiah menjadi salah satu capaian paling menonjol. Hingga kini, Uhaib telah menulis dan menerbitkan sedikitnya 24 buku, di antaranya Pilkada dan Tambang, Kebijakan Publik dalam Negara Hukum, Banjir dan Kutukan Sumber Daya Alam, Dinamika Politik Lokal, serta Demokrasi dalam Kuasa Uang.

Ia juga menulis ratusan artikel dan jurnal ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan sejumlah publikasi ber-ISBN dan DOI yang diterbitkan di luar negeri.

Produktivitas tersebut, menempatkannya bukan hanya sebagai pemikir, tetapi juga produsen pengetahuan yang konsisten.

Capaian akademik itu membuka jalan ke jejaring internasional. Uhaib dipercaya sebagai international speaker dan guest lecturer di berbagai negara.

Ia juga ditunjuk sebagai anggota tim editorial Elsevier, salah satu penerbit ilmiah terkemuka dunia serta menerima berbagai penghargaan internasional, termasuk D20 – Innovative Academician of the Year 2024 pada International Influencers Summit & Awards (IISA) di Oman.

Di saat yang sama, ia aktif memegang peran strategis dalam Global Education Network (GEN) dan International Institute of Influencers.

Jejak global Uhaib juga tercatat kuat di kawasan Australia. Ia terlibat dalam Joint Lecture Series antara IPB University dan Monash University, sebuah kolaborasi akademik lintas negara bertema Higher Education, Innovation and Sustainability.

Keterlibatan itu mempertemukan perspektif kebijakan publik Indonesia dengan pendekatan akademik Australia, sekaligus memperluas jejaring keilmuannya di kawasan Asia – Pasifik.

Di 2026 ini, kiprah akademik Uhaib kembali mendapat pengakuan global. Ia diundang secara resmi oleh Gomel State University, Belarus serta Financial University under the Government of the Russian Federation, Rusia, untuk terlibat dalam kegiatan akademik dan pertukaran keilmuan.

Undangan tersebut memperluas kontribusinya ke kawasan Eropa Timur dan menegaskan relevansi kajian kebijakan publik serta ekonomi politik yang selama ini ia kembangkan.

Rangkaian perjalanan tersebut membentuk satu narasi utuh: dari pesantren, aktivisme mahasiswa di Yogyakarta, produktivitas menulis puluhan buku dan ratusan jurnal hingga kepercayaan universitas-universitas dunia.

Jejak akademik Dr Muhammad Uhaib As’ad menunjukkan bahwa akademisi lokal mampu berdiri sejajar dalam percakapan global—sebuah perjalanan intelektual yang benar-benar “beyond imagination”.***

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ramai Penipuan Modus SMS e-Tilang Kejaksaan RI, Kejari Kotabaru Imbau Masyarakat Waspada

Rab Jan 28 , 2026
"Masyarakat diimbau mewaspadai penipuan yang beredar melalui SMS blast phising yang mengatasnamakan e-Tilang Kejaksaan RI"

You May Like

TABIRklip