
BUNTOK (TABIRkota) – Akses jalan menuju Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), terputus akibat banjir yang berasal dari luapan Sungai Barito.
Menurut salah seorang guru SMP Negeri Karau Kuala, Annis Luthfia Setiarini, akibat kondisi tersebut, warga terpaksa menggunakan jasa perahu penyebrangan dengan tarif Rp50 ribu sekali jalan.
“Tarif penyebrangan yang dipatok Rp50 ribu sekali jalan, cukup memberatkan karena tiap hari kita harus pulang pergi menggunakannya selama banjir belum surut,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Selasa (6/1).
Sudah seminggu terakhir ini, katanya, jalan utama menuju Talio tidak dapat dilewati kendaraan karena ketinggian air mencapai sekitar setengah meter.
“Luapan air sungai masuk dari sisi kanan dan kiri jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas,” katanya.
Dampak banjir tersebut, tambahnya, sangat mengganggu aktivitas warga, baik yang hendak bepergian ke Kota Buntok maupun sebaliknya.
“Terlebih bagi warga yang bekerja di Talio namun berdomisili di Buntok, terpaksa tiap hari harus berjibaku dengan banjir untuk beraktivitas,”
Perahu penyebrangan yang digunakan, terdiri dari dua kapal motor ukuran kecil yang disatukan dengan papan sehingga dapat membawa kendaraan bermotor untuk menyeberang.
Perahu tersebut muncul dadakan atas inisiatif warga setempat yang memanfaatkan momentum banjir.
Warga berharap, banjir segera surut agar aktivitas kembali normal dan tidak menambah beban biaya transportasi.
Diharapkan, pemerintah daerah dapat memberikan jalan keluar dan bantuan agar akses transportasi dapat lancar tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra, sehingga pelayanan publik dapat tetap berjalan. (mad/ra)




