
RANTAU (TABIRkota) – Bunda Literasi Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Faridah Yamani berharap, budaya literasi di kabupaten setempat semakin berkembang, serta kemampuan membaca dan minat literasi anak-anak dapat meningkat secara signifikan.
Harapan tersebut disampaikan Hj Faridah Yamani saat membuka kegiatan Pelatihan Membaca Nyaring di Ruang Baca Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tapin, Rantau, Senin (1/12).
Menurutnya, membaca nyaring atau read aloud tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan isi bacaan.
“Tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional, menumbuhkan daya imajinasi, memperkaya kosakata serta meningkatkan kemampuan pemahaman cerita,” ujarnya.
Ia mengatakan, metode membaca nyaring sangat relevan untuk diterapkan diberbagai lingkungan, termasuk perpustakaan, sekolah, taman baca masyarakat, maupun dalam kegiatan literasi di lingkungan keluarga.
“Membaca nyaring merupakan upaya kolektif untuk menumbuhkan minat baca pada anak didik,” katanya.
Kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini, agar kelak anak didik memiliki kemampuan untuk menyerap dan memilah informasi yang diterima dengan baik dan benar.
Ia menambahkan, melalui kegiatan pelatihan tersebut, para guru dan anak didik diharapkan dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru dalam teknik membaca yang menarik dan interaktif.
“Mari kita jadikan pelatihan kali ini sebagai momentum untuk saling berbagi pengalaman, berinovasi dan berkomitmen dalam menumbuhkan kegemaran membaca di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan diikuti anak-anak, orang tua, guru, serta komunitas pegiat literasi dengan menghadirkan Tim Read Aloud Kalsel sebagai nara sumber utama yang menyampaikan materi teknik membaca dengan intonasi yang tepat, ekspresi yang hidup, hingga cara membangun interaksi dengan pendengar.
Para peserta juga diajak mempraktikkan langsung metode membaca nyaring yang menarik dan komunikatif. (ati/ra)




