Timur Tengah Memanas, Warga HST Diimbau Tunda Umrah

“Memanasnya situasi Timur Tengah, bukan saja berdampak pada pelaksanaan umrah masyarakat Indonesia umumnya, bahkan jamaah di HST”

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah HST, Khairussalim saat diwawancarai Tabirkota.com, di kantornya (foto: TABIRkota/ferian sadikin)

BARABAI (TABIRkota) — Jamaah umrah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) diimbau agar menahan diri.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah HST, Khairussalim saat ditemui Tabirkota.com, di kantornya, Selasa (3/3).

“Kami mengimbau agar masyarakat sebaiknya menunda dulu untuk umrah, sampai kondisi dan situasi benar-benar kondusif,” ujarnya.

Namun tetap saja, katanya, jamaah dianjurkan untuk menahan diri, karena kemungkinan ke depan yang bakal terjadi tidak bisa diprediksi.

“Untuk agen travel yang induk di HST, sudah ada menginformasikan ke kami bahwa keberangkatan umrah dihentikan, sementara situasi di Timur Tengah memanas,” katanya.

Sedangkan jamaah umrah yang berada di sana, sebagian sudah pulang dan ada juga yang masih melaksanakan ibadah di Mekkah, Arab Saudi.

Memanasnya situasi Timur Tengah, bukan saja berdampak pada pelaksanaan umrah masyarakat Indonesia umumnya, bahkan jamaah di daerah seperti HST juga terdampak.

Sedangkan untuk pelaksanaan haji, pihak Kementerian Haji dan Umrah belum mengeluarkan edaran resmi, sembari menunggu informasi keadaan di Timur Tengah.

Khairussalim menambahkan, diharapkan keadaan di Timur Tengah dapat segera selesai dan kembali reda dalam waktu dekat.

“Saat ini kami juga belum menerima informasi ada jamaah asal HST yang tertahan di sana, artinya sejauh ini masih aman,” tambahnya.

Diketahui, situasi Timur Tengah saat ini sedang memanas imbas Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2) lalu.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei diberitakan wafat karena dijatuhi puluhan bom, sehingga memicu serangan balasan dari Iran ke beberapa pangkalan AS dan Israel.

Serangan balasan Iran berdampak ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Watar dan negara yang memiliki pangkalan atau aset militer AS. (fer)

Pewarta: M Ferian Sadikin

Journalist | Editor | - Hulu Sungai Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip