Kesadaran Kebersihan Masyarakat di Kapuas Meningkat, Produksi Sampah Turun 3,81 Persen

“Sebagian masyarakat mulai menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri saat berbelanja”

Kadis DLHK Kapuas, Tonun Irawati Panjaitan (foto: net)

KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Produksi sampah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) selama periode pra Lebaran hingga pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijirah, mengalami penurunan hingga 3,81 persen.

Menurut Kelapa Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kapuas, Tonun Irawati Panjaitan, hal tersebut salah satunya mengindikasikan peningkatan kesadaran kebersihan masyarakat.

“Terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya setelah perayaan hari besar keagamaan yang biasanya identik dengan peningkatan konsumsi,” ujarnya di Kuala Kapuas, ibu kota Kapuas, Arba (25/3).

Berdasarkan data DLHK Kapuas, rata-rata timbulan atau volume sampah periode pra Lebaran sebesar 24,83 ton per hari dan turun pada periode pasca Lebaran menjadi 23,88 ton per hari.

Ia mengatakan, umumnya momen Lebaran akan menghasilkan lonjakan sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, kemasan plastik dan limbah sekali pakai.

“Namun, data produksi sampah pra dan pasca Lebaran mengindikasikan adanya kesadaran yang mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk mengurangi produksi sampah,” katanya.

Turunnya produksi sampah diduga salah satunya disebabkan meningkatnya edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun komunitas lingkungan.

Selain itu, tambahnya, sebagian masyarakat mulai menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri saat berbelanja atau mengurangi pemborosan makanan saat perayaan.

“Peran aktif petugas kebersihan dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir juga turut membantu menekan jumlah timbulan sampah,” tambahnya.

Selain itu, penurunan tersebut juga didukung optimalisasi pengangkutan sampah dan peningkatan fasilitas pengelolaan yang menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. (yul/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip