
BARABAI (TABIRkota) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengimbau agar masyarakat yang melaksanakan “bagarakan sahur” atau bangunin sahur jangan menggunakan musik yang mengganggu kemuliaan bulan ramadhan.
Ketua MUI HST, Muhammad Khairuddin mengatakan, bulan ramadhan sebaiknya disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan untuk neningkatkan ibadah.
“Mari kita makmurkan tempat ibadah dengan shalat berjamaah dan mendengarkan tausyiah tentang keutamaan ramadhan,” katanya, di Barabai, Ibu Kota HST, Selasa (17/2).
MUI HST, ujarnya, juga mengimbau agar memelihara kondusifitas untuk menjaga keaman dan kenyamanan ibadah puasa.
“Masyarakat juga diminta untuk mencegah dan menghentikan perbuatan dosa serta maksiat dalam bentuk apapun,” ujarnya.
Ia menambahkan, orang tua sangat berperan untuk melakukan pembinaan keagamaan terhadap anak-anaknya agar terhindar dari perbuatan sia-sia.
“Bagi masyarakat yang melaksanakan “bagarakan sahur” untuk tidak menggunakan musik yang mengganggu kenyamanan dan kemuliaan bulan ramadhan,” tambahnya.
Diharapkan, ulama dan umara (pemerintah setempat) untuk meningkatkan kerja sama agar menegakkan amar ma’ruf nahi munkar serta mendukung penegakan Peraturan Daerah (Perda) ramadhan. (fer)




