Viral Temuan Tengkorak di Suato Tatakan, Polres Tapin Pastikan Bukan Tengkorak Manusia

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, tengkorak tersebut tidak sesuai dengan struktur tengkorak manusia dan diduga merupakan tengkorak binatang”

Viral penemuan tengkorak di Suato Tatakan, Tapin yang diduga tengkorak manusia (foto: TABIRkota/ist)

RANTAU (TABIRkota) – Kepolisian Resor (Polres) Tapin, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), memastikan temuan tengkorak di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin yang sempat viral di media sosial, bukan tengkorak manusia.

Menurut Kasi Humas Polres Tapin, Ipda Imam Subhan, pihaknya menerima laporan masyarakat perihal temuan tengkorak tersebut pada Selasa (20/1) sekitar pukul 16.30 Wita, setelah video dugaan tengkorak manusia di Desa Suato Tatakan ramai beredar di media sosial.

“Anggota Polsek Tapin Selatan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi,” ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin, Arba (21/1).

Ia mengatakan, polisi kemudian berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Biddokkes Polres Tapin serta Laboratorium Forensik Polda Kalsel, untuk memastikan temuan tersebut.

“Polisi telah mengamankan bagian tengkorak sebagai barang bukti serta meminta keterangan saksi di sekitar lokasi guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Dokter Biddokkes Polres Tapin, dr Julita Maulidina mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tengkorak tersebut tidak sesuai dengan struktur tengkorak manusia.

“Ukuran tengkorak yang ditemukan relatif kecil dan tidak sesuai dengan ukuran kepala manusia, bahkan untuk bayi sekalipun,” katanya.

Menurutnya, bagian tengkorak atas sudah rapat, sementara pada bayi manusia tengkorak bagian atas belum menyatu dan juga terdapat gigi geraham atas.

“Pada kepala bayi manusia tidak mungkin terdapat gigi geraham, selain itu, struktur rahangnya juga lebih melengkung dan menyerupai binatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, tulang tengkorak bagian samping memiliki celah yang cukup lebar, berbeda dengan tengkorak manusia yang rapat.

“Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kami menduga tengkorak itu merupakan tengkorak binatang sejenis simpanse dan bukan tengkorak manusia,” tambahnya.

Meski demikian, kepastian tetap menunggu hasil uji DNA dari Laboratorium Forensik Polda Kalsel.

Pihak Polres Tapin telah mengirimkan sampel ke Labfor Polda Kalsel untuk memastikan secara ilmiah dan saat ini masih menunggu hasilnya. (ati/ra)

Pewarta: Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pekan Kedua Pemulihan Pasca Banjir, Pemkab Balangan Berhasil Diperbaiki 13 Rumah

Rab Jan 21 , 2026
"13 rumah yang telah berhasil diperbaiki, masing-masing enam rumah di Desa Sungsum dan tujuh rumah di Ju’uh, Kecamatan Tebing Tinggi"

You May Like

TABIRklip