
KUALA KAPUAS (TABIRkota) – Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Dodo mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan baku di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Harapan tersebut disampaikan Dodo saat meresmikan SPPG yang dikelola Yayasan Terang Anak Borneo di Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat, Selasa (6/1).
Menurutnya, kebutuhan pangan seperti sayur-mayur, telur dan daging dapat diserap dari petani dan peternak lokal.
“Sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat dan UMKM setempat,” ujarnya.
Ia mengatakan, peresmian SPPG merupakan wujud langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung visi besar pemerintah pusat untuk mencetak generasi emas melalui program MBG.
“Investasi terbaik sebuah bangsa bukan hanya terletak pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), karena itu, kita ingin anak-anak di Kapuas tumbuh sehat, cerdas dan kuat,” katanya.
Ia menambahkan, dapur SPPG tidak hanya sebagai tempat memasak, tetapi juga sebagai pusat produksi nutrisi yang memiliki peran strategis dalam menjamin pemenuhan gizi anak-anak sesuai standar gizi seimbang, higienis dan aman dikonsumsi.
“Kepada seluruh pengelola SPPG agar selalu menjaga higienitas, memastikan setiap proses mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat,” tambahnya.
Peresmian SPPG kali ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di Kapuas.
Kehadiran SPPG diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan gizi yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Yayasan Terang Anak Borneo, Nezekiel mengatakan, pelayanan SPPG dilaksanakan secara bertahap, dimana pada minggu pertama operasional akan melayani penerima manfaat antara 1.000 hingga 1.300 orang.
“Jumlah penerima manfaat akan meningkat secara bertahap, dimana pada minggu kedua menjadi sekitar 1.500 penerima, hingga pada minggu keempat mencapai kapasitas maksimal, yaitu 3.000 penerima manfaat per hari,” katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas sendiri akan terus mengawal dan mendukung penuh keberlangsungan program MBG agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan prestasi belajar siswa. (yul/ra)




