100 Lebih Mahasiswa Kalsel dan Kalteng Ikuti AI Ready ASEAN MAFINDO Kalsel

“Program pelatihan kali ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi mampu berpikir kritis dalam memanfaatkan AI”

AI Ready ASEAN batch 2 yang dilaksanakan MAPINDO Kalsel secara daring, diikuti lebih dari 100 mahasiswa Kalsel dan Kalteng (foto: TABIRkota/tangkapan layar)


BANJARMASIN (TABIRkota) – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN secara daring yang diikuti lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai universitas di Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kamis (29/1).

Koordinator Wilayah (Korwil) MAFINDO Kalsel, Sri Astuty dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan literasi, pemahaman serta etika dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di bidang akademik.

“Peserta mengikuti tiga sesi utama dengan tiga trainer, yaitu AI Fundamentals atau Dasar-dasar AI, AI Usage and Implementation atau Penggunaan dan Implementasi AI serta AI Ethics, Privacy & Security atau Etika, Privasi, dan Keamanan dalam AI,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan kali ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai kecerdasan buatan (AI) di era digital.

“AI merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan berfungsi sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran manusia, sehingga perlu digunakan secara kritis, etis dan bertanggung jawab,” katanya.

Melalui program tersebut, MAFINDO Kalsel berharap dapat mencetak generasi muda yang cakap teknologi dan mampu memanfaatkan AI secara positif.

Person in Charge (PIC) Kegiatan, Ahmad Jamaluddin Islami menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan wadah pengembangan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.

“Program AI Ready ASEAN diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan wawasan, kemampuan berpikir kritis serta kesiapan mahasiswa untuk berperan aktif sebagai inovator di tingkat regional maupun global,” tambahnya.

Kegiatan berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan trainer, di mana para mahasiswa berbagi pengetahuan, pengalaman dan pandangan mereka tentang penerapan AI di bidang akademik.

Salah seorang peserta, Syelva dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan memberikan wawasan penting terkait perkembangan kecerdasan buatan.

“Meskipun masih ada kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan peran manusia, pada dasarnya AI hanyalah sebuah alat, sementara manusia tetap memiliki kendali penuh dalam penggunaannya,” katanya.

Peserta lainnya, Mella dari Kota Palangkaraya, Kalteng mengatakan, kegiatan kali ini sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan, karena memberikan wawasan dan pesan penting bagi para peserta.

“Pelatihan AI Ready ASEAN memberikan manfaat yang signifikan, tidak hanya dalam memperkenalkan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak, etis dan bertanggung jawab,” katanya.

Kegiatan kali ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, melainkan mampu berpikir kritis dalam memanfaatkan AI secara tepat dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelaku aktif yang memanfaatkan AI untuk menunjang proses pembelajaran, riset serta pengembangan kreativitas dan inovasi.

Diharapkan, program AI Ready ASEAN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai latar belakang Pendidikan, sebagai langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang melek digital, kritis dan beretika dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Kegiatan ditutup dengan pengisian Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai bentuk kelanjutan pembelajaran dan syarat  memperoleh sertifikat pelatihan AI Ready ASEAN.

Program AI Ready ASEAN sendiri merupakan inisiatif kolaboratif antara ASEAN Foundation dan Google.org yang hadir di 10 negara ASEAN, bertujuan membekali lebih dari 5,5 juta warga ASEAN dengan keterampilan dasar di bidang AI dan literasi digital.

Di Indonesia, program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP) seperti MAFINDO, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee dan Bebras. (rls/ra)

TABIRkota

Dari Banua Untuk Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pimpin Senam Sehat Bersama, Bupati Barut Ajak ASN Jaga Stamina dan Cek Kesehatan Gratis

Jum Jan 30 , 2026
"Dengan tubuh yang bugar dan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau, diharapkan kinerja ASN di lingkungan Pemkab Barut akan terus meningkat"

You May Like

TABIRklip