Buka Workshop Smartdesa, Wabup Tabalong Harap Dimanfaatkan Secara Maksimal

“Para aparatur desa diharapkan dapat memanfaatkan Aplikasi Smartdesa untuk mempromosikan potensi desa hingga produk lokal seperti kopi dan olahan lainnya”

Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf dan Plt Kadiskominfo, Eddy Suriyani bersama peserta workshop Smartdesa (foto: TABIRkota/ist)


TANJUNG (TABIRkota) – Wakil Bupati (Wabup) Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Muhammad Taufani Alkaf berharap, Aplikasi Smartdesa dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para aparatur desa.

Harapan tersebut disampaikan Habib Muhammad Taufani Alkaf saat membuka kegiatan Workshop Aplikasi Smartdesa yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabalong di Gedung Informasi Pembangunan, Tanjung, Kamis (27/11).

Menurutnya, workshop tersebut penting sebagai sebagai suatu kebutuhan transparansi data dalam perkembangan digitalisasi.

“Aplikasi Smartdesa menjadi kunci untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan surat-surat rekomendasi dari desa di Tabalong,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain bisa memasarkan produk dan potensi desa, Aplikasi Smartdesa bahkan bisa pula digunakan masyarakat untuk mengakses surat menyurat dengan lebih mudah.

“Para aparatur desa diharapkan dapat memanfaatkan Aplikasi Smartdesa untuk mempromosikan potensi desa hingga produk lokal seperti kopi dan olahan lainnya,” katanya.

Dengan begitu, secara tidak langsung juga membantu para petani dengan hilirisasi produk yang dimiliki.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani mengatakan, workshop dilaksanakan dalam upaya percepatan transformasi digital.

“Workshop Smartdesa dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa di Tabalong dalam pemanfaatan aplikasi, layanan digital, tata kelola data serta penguatan literasi digital,” katanya.

Workshop kali ini merupakan batch 2 dan 3 yang diikuti 43 desa, setelah sebelumnya dilaksanakan workshop batch 1 dengan 22 desa sebagai peserta.

Ia menambahkan, sisa desa-desa yang belum mengikuti workshop nanti akan diikutkan pelaksanaan batch 4 pada Desember mendatang.

“Kegiatan workshop merupakan bentuk fasilitasi desa agar mampu mengelola layanan digital secara mandiri, efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program digitalisasi desa melalui aplikasi SmartDesa merupakan salah satu outcome dari program prioritas Tabalong, Satu Desa Satu Wifi.
Diharapkan, dari workshop Smartdesa tersebut para aparatur desa bisa memahami konsep, baik cara mengakses maupun menggunakan portal aplikasi.

Sehingga, aparatur desa akan memiliki kemampuan mengisi konten Smartdesa secara mandiri dan memahami penggunaan TTE atau tanda tangan elektronik untuk dokumen desa. (lhm/ra)

Pewarta: Ilham Ali Naufal

Journalist - Tabalong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Like

TABIRklip