BUNTOK (TABIRkota) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar melakukan penertiban terhadap parkir liar.
Menurut Anggota DPRD Barsel, Rinto Rahman, keberadaan parkir liar yang kini marak di Kota Buntok, mulai meresahkan masyarakat.
“Perlu dilakukan upaya penertiban parkir liar oleh instansi terkait, terutama di kawasan perkotaan,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Selasa (21/5).
Ia mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan dikenakan tarif parkir padahal hanya membeli makanan untuk dibawa pulang.
“Seperti misalnya beli nasi goreng yang hanya memakan waktu beberapa saat dan ditunggu diatas motor karena tidak makan ditempat, tetapi tetap dikenakan biaya parkir,” katanya.
Kondisi tersebut membuat banyak warga Buntok yang merasa tidak nyaman saat berbelanja.
Karena itu, tambahnya, perlu dilakukan penertiban oleh instansi terkait karena juru parkir tersebut tidak memiliki karcis yang jelas atau liar.
“Seperti di ruas Jalan Merdeka Raya, itu sering dikeluhkan warga karena banyak sekali parkir liarnya,” tambahnya.
Di sepanjang ruas Jalan Merdeka Raya tersebut, seringkali warga yang berhenti untuk suatu keperluan dan kendaraan ditinggal sebentar, ketika kembali sudah ada petugas parkir liar yang memungut biaya. (ra)