
RANTAU (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Munajat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi kekeringan di musim kemarau dan memohon segera diturunkan hujan.
Kegiatan yang diisi dengan pembacaan bersama Kitab Sahih Bukhari serta doa bersama tersebut, berlangsung khidmat di Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin, Rantau, Selasa (8/9).
Bupati Tapin, H Yamani dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, H Fiqri Irmawan mengatakan, pelaksanaan Munajat Istisqa merupakan wujud ketundukan dan kesadaran bersama sebagai hamba Tuhan.
“Dengan Munajat Istisqa, kita tunduk sebagai hamba Tuhan untuk menghadapi musim kemarau serta ancaman kekeringan yang saat ini mulai dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui pembacaan Kitab Sahih Bukhari dan doa bersama, semua mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa berkah, kemaslahatan, serta menghindarkan daerah dari bahaya kekeringan dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Pemkab Tapin berharap, melalui ikhtiar batin yang memadukan doa, zikir dan ketakwaan, hujan yang penuh berkah dapat segera turun melimpahi bumi Bastari (sebutan lain untuk Tapin, red),” katanya.
Ia menambahkan, selain melakukan ikhtiar spiritual, pemerintah daerah juga terus menyiagakan seluruh personel lapangan dan sarana prasarana penanggulangan bencana di titik-titik rawan kekeringan.
“Kami meminta seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk tetap saling bergotong royong, menjaga ketersediaan air bersih, serta meningkatkan kewaspadaan bersama guna mengantisipasi segala dampak kemarau,” tambahnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan kitab hadis Sahih Bukhari secara berjemaah, dan diakhiri dengan panjatan Doa Istisqa.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri jajaran pejabat, unsur Forkopimda, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta ASN di lingkungan Pemkab Tapin. (adv)




