
BUNTOK (TABIRkota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Inflasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) di wilayah Buntok, Senin (8/12).
Menurut Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Yoga Prasetyanto Utomo, sidak dilakukan sebagai langkah untuk memastikan kelancaran distribusi gas melon tersebut menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2026.
“Sidak dilaksanakan bersama Dinas Perdagangan, kecamatan serta unsur TNI dan Polri untuk mengecek ketersediaan gas di lapangan,” ujarnya.
Giat dilakukan untuk memastikan stok LPG mencukupi dan penjualannya tetap mengikuti harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.
Langkah pengawasan tersebut, katanya, bertujuan memastikan distribusi LPG berjalan lancar menjelang Nataru agar masyarakat tidak mengalami kesulitan.
“Harga di daerah pelosok dapat berbeda karena adanya biaya angkut sehingga perlunya pengawasan berlapis agar tidak terjadi penahanan pasokan oleh pihak tertentu,” katanya.
Ia menambahkan, para distributor diminta tetap menjaga kelancaran distribusi dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Pemkab Barsel juga mengimbau masyarakat mampu untuk tidak membeli LPG 3 kg agar penyaluran tepat sasaran sesuai ketentuan subsidi yang berlaku,” tambahnya.
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting Pemkab agar stabilitas pasokan tetap terjaga dan tidak mengganggu kebutuhan warga kurang mampu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Barsel, Harmito mengatakan, stok LPG di wilayah Barsel masih dalam kondisi aman dan distribusinya terus dipantau secara intensif oleh petugas di lapangan.
“Ketersediaan gas sangat mencukupi dan penjualan tetap berdasarkan ketentuan harga eceran tertinggi yang berlaku,” katanya.
Dengan adanya sidak tersebut diharapkan dapat menjaga kestabilan distribusi LPG serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
Langkah tersebut juga menjadi upaya Pemkab dalam mencegah terjadinya lonjakan harga dan kelangkaan yang dapat merugikan warga di seluruh wilayah Barsel. (mad/ra)




